banner 728x250

Aplikasi SPMB Menuai Sorotan Dari Orang Tua

banner 120x600
banner 468x60

Parepare, zona-pantau.com — Orang tua calon peserta didik baru temukan kejanggalan pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang dilakukan secara online. Gaya gayaan menggunakan digitalisasi namun sistem pendidikan di Kota Parepare dianggap belum pandai.

” Saya kecewa setelah anak saya dinyatakan tidak lolos jalur zonasi melalui aplikasi SPMB, Andi Khaira Dwi Putri yang berusia 6 tahun 7 bulan 27 hari dengan jarak tempat tinggal 509 meter dari sekolah, ternyata tidak lolos seleksi.” Kata Lia, orang tua murid, Kamis (26/06/2025).

banner 325x300

Meskipun memenuhi kriteria yang lebih baik dibandingkan calon siswa lainya, anaknya justru yang ditolak. Lia saat aplikasi SPMB, ditemukan beberapa kejanggalan dalam urutan penerimaan siswa.

“Setelah saya cek data di aplikasi, ternyata ada yang aneh. Anak saya seharusnya bisa masuk di nomor urut 29 atau 30, tapi ternyata urutan tersebut kosong dan langsung lompat ke nomor 31, bahkan diurutan selanjutnya jarak zonasi semakin jauh, termasuk kategori usia,” ungkap Lia.

Ketika mengajukan keberatan kepada Dinas Pendidikan, Lia mendapat penjelasan yang menurutnya tidak konsisten.

“Awalnya mereka bilang sistem yang bekerja secara otomatis, tapi setelah saya tunjukkan bukti-bukti ini, bagian Dikdas malah bilang bahwa setiap sekolah dasar diberikan keleluasaan terkait penerimaan murid baru,” jelasnya.

Pernyataan tersebut justru menimbulkan pertanyaan besar tentang efektivitas SPMB yang dilakukan secara online.

“Kalau sekolah diberi keleluasaan, untuk apa diberlakukan pendaftaran melalui aplikasi SPMB? Ini kan jadi tidak ada gunanya,” kritiknya.

Kasus ini menguak potensi masalah sistemik dalam SPMB yang seharusnya menjamin transparansi dan keadilan.(Rls)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *