Zonapantau.com, Parepare – Senin (23/2/2026) menjadi hari yang istimewa bagi keluarga besar SMP Frater Parepare. Di bawah langit pagi yang cerah, lapangan upacara sekolah menjadi saksi bisu momen penuh kebanggaan saat Ketua Yayasan Taman Tunas Makassar, Fr. Saverianus Raing, hadir langsung memberikan apresiasi kepada para pahlawan sekolah yang telah mengharumkan nama institusi di kancah provinsi hingga internasional.
Kehangatan acara dimulai saat Fr. Saverianus menyampaikan selamat menunaikan ibadah puasa kepada para siswa Muslim. Pesan ini menjadi pengingat bahwa di balik ketatnya kurikulum, SMP Frater Parepare tetap teguh menjaga semangat toleransi dan inklusivitas, memastikan setiap anak merasa didukung dalam lingkungan yang harmonis.
Dalam orasinya, Fr. Saverianus membagikan “resep rahasia” keberhasilan yang terinspirasi dari prinsip industri global Toyota. Beliau menekankan bahwa prestasi bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari:
-
Kerja Keras: Mengubah identitas dengan lebih banyak mengalokasikan waktu untuk belajar daripada sekadar hiburan.
-
Disiplin Waktu: Mengelola setiap detik sebagai aset yang tak ternilai.
-
Integritas: Membangun karakter di mana ucapan selaras dengan tindakan.
“Kalian berada di bawah atap yang sama, dengan guru dan kurikulum yang sama. Artinya, peluang untuk menjadi bintang ada di tangan setiap siswa yang berani melangkah lebih jauh,” tegas beliau.
Bukti nyata dari dedikasi tersebut terlihat saat penyerahan dana pembinaan. Sorotan tertuju pada Kenzie Alvaro Cahyadi (Medali Perunggu) dan Arvind Viriya Lomewa (Juara Harapan) atas capaian gemilang mereka di babak final kompetisi matematika internasional di Bali Januari lalu. Ketangguhan fisik pun tak kalah bersinar lewat Ryu Russel Sukandi yang menyabet Medali Emas pada ajang Piala Gubernur Sulawesi Selatan.
Apresiasi ini juga mengalir kepada para guru pendamping yang menjadi “arsitek” di balik layar, serta para orang tua yang tak henti memberikan dukungan moral.
Meski baru saja merayakan kemenangan, semangat SMP Frater Parepare tidak lantas surut. Dukungan penuh terus mengalir bagi siswa-siswi yang telah berjuang dalam seleksi, seperti Nadine Yurico Chamal dan kawan-kawan. Kini, fokus beralih pada persiapan Olimpiade Matematika Internasional (WMI) 2026.
Melalui momentum ini, SMP Frater Parepare kembali menegaskan jati dirinya sebagai kawah candradimuka bagi generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan karakter yang kokoh. (RDC)


















