Pinrang, zona-pantau.com — Ratusan petani di Dusun Tanacicca dan Dusun Salipolo, Desa Salipolo, Kecamatan Cempa, Kabupaten Pinrang, kembali dihantui ancaman gagal panen.
Tanaman padi yang kini berusia sekitar dua bulan mengalami kekurangan pasokan air akibat jaringan irigasi yang tidak berfungsi secara optimal, Rabu (22/07/2026).
Para petani mengaku kondisi tersebut bukan pertama kali terjadi.
Selama empat musim tanam terakhir, mereka harus menelan kerugian akibat gagal panen yang dipicu minimnya aliran air ke area persawahan.
Akibat kekurangan air, pertumbuhan padi tidak berlangsung normal.
Sejumlah tanaman mulai menguning, mengering, bahkan dikhawatirkan tidak mampu menghasilkan gabah saat memasuki masa panen.
“Kami sudah empat kali berturut-turut mengalami gagal panen. Setiap musim kami berharap ada perbaikan irigasi, tetapi sampai sekarang belum juga ada solusi,” ungkap La Beddu (nama samaran red) salah seorang petani.
Keluhan tersebut membuat para petani mendesak Pemerintah Kabupaten Pinrang, khususnya Dinas Pertanian, agar segera turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi di lapangan.
Mereka berharap pemerintah tidak hanya melakukan pendataan, tetapi juga mengambil langkah nyata bersama instansi terkait guna memperbaiki jaringan irigasi yang menjadi sumber persoalan.
Menurut warga, keberadaan irigasi yang berfungsi dengan baik sangat penting untuk menjaga produktivitas pertanian.
Jika persoalan ini terus dibiarkan, kerugian ekonomi masyarakat dipastikan akan semakin besar dan dapat berdampak pada menurunnya produksi pangan di wilayah tersebut.
Masyarakat juga meminta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pinrang memberikan penjelasan mengenai upaya yang akan dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut.
Selain itu, koordinasi dengan instansi yang memiliki kewenangan terhadap pengelolaan jaringan irigasi dinilai perlu segera dilakukan agar perbaikan dapat direalisasikan secepatnya.
Para petani berharap keluhan mereka mendapat perhatian serius sehingga persoalan irigasi yang telah berlangsung selama beberapa musim tanam dapat segera diselesaikan.
Dengan demikian, mereka tidak lagi dihantui ancaman gagal panen yang terus berulang dan dapat kembali mengandalkan sektor pertanian sebagai sumber utama penghidupan.(Toj)


















