Parepare, zona-pantau.com — Sejumlah proyek rabat jalan beton saat ini masih berjalan disejumlah titik du Kota Parepare menjadi sorotan publik.
Seperti halnya proyek rabat jalan beton di Jalan Liu Buloe, Kelurahan Lompoe, Kecamatan Bacukiki, diduga tidak sesuai spesifikasi, Sabtu (27/12/2025).
Sebagaimana ketentuannya, ketebalan beton seharusnya 20 cm dari dadar pengecoran, namun ditemukan dilokasi proyek hanya berkisar 15-16 cm.
Bukan hanya itu, hasil pantauan dilokasi proyek ditemukan, tidak semuanya dasar pengecoran dilapisi plastik.
Koordinator Koalisi Peduli Pare, Ahmad Basri mengatakan, adanya temuan dilapangan yang diduga tidak sesuai spesifikasi.
“Hal ini tentu memunculkan kecurigaan akan kualitas pekerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi dan berpotensi adanya penyimpangan anggaran,” katanya.
Ahmad Basri mendesak pemerintah untuk melakukan audit independen dan menjatuhkan sanksi tegas kepada pihak yang terlibat jika ditemukan pelanggaran.
Dia berharap agar pemerintah lebih transparan dan bertanggung jawab dalam mengelola anggaran pembangunan infrastruktur jalan.
“Kami ingin pembangunan di Kota Parepare benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bukan sekadar proyek formalitas,” katanya.
Secara terpisah, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Parepare, Widin Wijaya mengatakan, pihaknya telah melakukan teguran kepada pihak rekanan agar memperbaiki pekerjaannya.
Menurutnya, sampai saat ini pihaknya belum mengeluarkan hasil temua dari pengawasan yang dilakukan.
“Belum ada yang selesai, nanti hari Senin baru mereka (rekanan.red) mengajukan permohonan pembayaran intinya jika memang ada temuan seperti itu, maka akan ditindaki,” bebernya.
Lebih jauh, Widin menyampaikan, Jika Alas Plastik pada pekerjaan beton itu terhitung dalam volume kerja.
“Makanya, jika memang ditemukan ada yang tidak menggunakan plastik, maka akan diminta untuk menambah volume pekerjaan, karena tidak dimungkinkan untuk dilakukan pembongkaran,” jelasnya. (“)


















