Barru, zona-pantau.com — Pembangunan daerah bukan sekadar menghadirkan infrastruktur, tetapi memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Semangat tersebut mengemuka dalam podcast IGA Radio yang menghadirkan Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., bersama Dandim 1405/Parepare Letkol Inf. Erwin Hidayat, S.I.P., di Ruang Barru Information Smart Center Kantor Bupati Barru, Sabtu (15/08/2026).
Dipandu Host Bang Ilo, dialog bertema “TNI AD Bersama Rakyat: Sinergi Dandim 1405/Parepare dan Pemerintah Kabupaten Barru Membangun dan Memberi Manfaat”.
Membahas kolaborasi TNI dan Pemkab Barru dalam menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari pembangunan jembatan, perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), hingga Program Manunggal Air.
Dandim 1405/Parepare Letkol Inf. Erwin Hidayat, menjelaskan, berbagai program tersebut berangkat dari kebutuhan yang ditemukan langsung di tengah masyarakat.
Keberadaan Babinsa di desa menjadi salah satu sumber informasi penting untuk memetakan persoalan yang dihadapi warga.
“Babinsa kami 1 x 24 jam ada di desa-desa. Mereka mendapatkan informasi dari hasil interaksi dengan masyarakat, kemudian data tersebut kami tindak lanjuti dan komunikasikan dengan Pemerintah Daerah,” jelasnya.
Menurutnya, kebutuhan mendasar masyarakat Barru tidak terlepas dari kondisi geografis wilayah yang memiliki kawasan pesisir hingga pegunungan.
Karena itu, konektivitas melalui jalan dan jembatan, rumah layak huni, serta ketersediaan air menjadi kebutuhan yang perlu mendapat perhatian.
Bagi Dandim, membangun infrastruktur juga harus dibarengi dengan membangun kesadaran masyarakat.
Infrastruktur yang telah dibangun akan memiliki manfaat lebih panjang apabila masyarakat merasa memiliki dan ikut menjaga serta merawatnya.
Pandangan tersebut sejalan dengan komitmen Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang menempatkan kolaborasi sebagai bagian penting dalam menjawab persoalan pembangunan.
Menurut Bupati, Pemerintah Kabupaten Barru tidak mungkin menyelesaikan seluruh persoalan masyarakat seorang diri. Karena itu, keberadaan Forkopimda.
Khususnya TNI melalui Kodim 1405/Parepare beserta jajaran Babinsa, menjadi mitra strategis dalam memperkuat pembangunan daerah.
“Ini bukan hanya sekadar program, tetapi bagaimana negara melalui TNI dan Pemerintah Daerah benar-benar hadir di tengah masyarakat Barru,” ujar Bupati.
Salah satu pembahasan utama dalam podcast adalah pembangunan jembatan yang dinilai memiliki dampak besar terhadap kehidupan masyarakat.
Dandim menjelaskan bahwa penentuan lokasi jembatan mempertimbangkan dua aspek utama, yakni dampak dan manfaat.
Dampak dilihat dari konsekuensi apabila akses terputus, termasuk terhadap anak-anak yang hendak bersekolah maupun masyarakat yang membutuhkan akses ke pasar.
Sementara manfaatnya dilihat dari kemampuan jembatan membuka konektivitas antardesa, antardusun hingga akses menuju kawasan pertanian.
Salah satu hasil kolaborasi tersebut adalah Jembatan Garuda di Botte, yang telah diresmikan dan dibangun untuk mengatasi persoalan akses yang sebelumnya kerap terganggu ketika debit air meningkat.
Selain itu, pembangunan jembatan juga tengah berproses di Paddumpu Kecamatan Balusu, serta direncanakan pembangunan jembatan di Desa Jangan-jangan.
Bupati Barru menilai pembangunan jembatan tersebut menjadi contoh nyata gotong royong lintas sektor.
Terlebih, pembangunan infrastruktur skala kecil terkadang belum dapat masuk dalam prioritas anggaran daerah karena keterbatasan fiskal dan banyaknya kebutuhan yang harus ditangani.
“Ketika TNI turun membangun jembatan seperti itu, sama saja mempercepat apa yang sebenarnya juga menjadi tanggung jawab pemerintah,” kata Bupati.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas pembangunan Jembatan Rintis Garuda Tahap 3 di Sungai Kaladi Bottoe, Kelurahan Tanete, Kecamatan Tanete Rilau, yang menjadi bagian dari program percepatan infrastruktur jajaran Kodam XIV/Hasanuddin.
Kolaborasi juga diperkuat dalam penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Menurut Bupati, keterlibatan TNI bersama masyarakat dapat mempercepat proses pembangunan maupun rehabilitasi rumah karena menghadirkan tambahan tenaga sekaligus menghidupkan kembali semangat gotong royong.
Salah satu contoh yang dibahas adalah perbaikan 10 unit RTLH di Kelurahan Kiru-Kiru, Kecamatan Soppeng Riaja, melalui kolaborasi pemerintah provinsi, Pemerintah Kabupaten Barru, dan TNI.
Bupati menegaskan, rumah yang belum tertangani bukan berarti dilupakan.
Pemerintah tetap melakukan pemetaan dan menentukan prioritas berdasarkan kondisi serta kemampuan anggaran yang tersedia.
Persoalan air juga menjadi perhatian penting, terutama menghadapi kondisi kemarau yang berdampak pada sejumlah wilayah.
Dandim menyebut kebutuhan air tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan rumah tangga, tetapi juga pertanian.
Program Manunggal Air menjadi salah satu bentuk dukungan untuk membantu masyarakat memperoleh akses air bersih sekaligus mendukung aktivitas pertanian.
Bupati Barru juga menuturkan air sebagai kebutuhan paling mendasar bagi kehidupan.
Karena itu, program Manunggal Air TNI AD dinilai sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Barru dalam menyediakan akses air bersih dan sanitasi yang layak.
“Ini bukan hanya menjadi program yang berdiri sendiri, tetapi akan saling menguatkan dengan apa yang sedang kami pemerintah kerjakan,” ujarnya.
Hal menarik lainnya dalam dialog tersebut adalah bagaimana komunikasi langsung antara TNI dan pemerintah daerah menjadi salah satu kunci percepatan penanganan persoalan masyarakat.
Bupati mengatakan setiap laporan yang masuk dari lapangan akan diupayakan untuk segera diverifikasi dan ditindaklanjuti melalui perangkat daerah terkait.
Jika kebutuhan dapat ditangani dengan sumber daya yang tersedia, pemerintah akan berupaya melakukan eksekusi secepat mungkin.
Sementara kebutuhan yang membutuhkan anggaran lebih besar akan diarahkan menjadi usulan prioritas pada perubahan anggaran atau tahun berikutnya.
Dandim pun menilai komunikasi langsung dengan kepala daerah menjadi penting ketika masyarakat membutuhkan penanganan segera.
“Kalau kita menunggu prosedur surat, sementara masyarakat membutuhkan bantuan, itu akan lama. Kalau kita bisa komunikasi langsung antara saya selaku Dandim dengan Ibu Bupati, itu malah lebih baik,” ungkapnya
Menutup talkshow, Bupati Barru menyampaikan pesan bahwa ukuran keberhasilan pembangunan bukan sekadar terselesaikannya pekerjaan secara administratif.
Melainkan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Pembangunan yang berhasil itu bukan hanya selesai di atas kertas, tapi yang terpenting adalah selesai di kehidupan warganya dalam artian yang fungsional,” tegasnya.
Ia menggambarkan pembangunan yang ideal sebagai jalan dan jembatan yang membuka akses menuju sekolah dan kebun, rumah yang memberikan rasa aman.
Serta sanitasi dan air bersih yang benar-benar hadir di rumah tangga masyarakat.
“Selama masih ada keluarga yang belum merasakan itu, maka pekerjaan kami belum selesai. Komitmen saya sederhana: turun langsung, dengar langsung, dan pastikan sampai,” kata Bupati.
Senada, Dandim mengajak masyarakat Barru menjaga tiga hal penting: semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Sinergi tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan tidak dapat dikerjakan oleh satu pihak saja. Ketika pemerintah, TNI, dan masyarakat bergerak bersama.
Persoalan yang dihadapi warga dapat diidentifikasi lebih cepat, ditangani lebih tepat, dan manfaat pembangunannya dapat dirasakan lebih luas.
Kolaborasi itu pula yang terus didorong Pemerintah Kabupaten Barru untuk mewujudkan visi “Barru Berkeadilan, Maju Berkelanjutan, Sejahtera Lebih Cepat.” (Aiq)


















