banner 728x250

Tim PPK Ormawa SPACE FT-UH Luncurkan Program Pakkatuju untuk Wujudkan Desa Tangguh Bencana di Lonjoboko

banner 120x600
banner 468x60

zonapantau.com, Gowa – Dalam upaya proaktif merespons ancaman bencana geologis, Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) Spatial Planning and Community Empowerment (SPACE) Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (FT-UH) resmi menginisiasi “Program Pakkatuju” di Desa Lonjoboko, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa. Gerakan mitigasi pra-bencana yang berlangsung selama tiga hari, mulai 11 hingga 13 Juni 2026, ini dirancang sebagai langkah strategis dalam membangun ketangguhan masyarakat melalui edukasi inklusif lintas generasi.

Desa Lonjoboko, yang secara topografis terletak di kawasan perbukitan, memiliki karakteristik geografis dengan kerentanan tanah longsor yang cukup tinggi. Menyadari urgensi tersebut, 15 mahasiswa yang tergabung dalam tim PPK Ormawa SPACE melakukan aksi nyata dengan mengintegrasikan pendekatan akademik, teknologi spasial, dan pemberdayaan sosial untuk menciptakan sistem kesiapsiagaan yang berkelanjutan di tingkat desa.

banner 325x300

Pada fase pertama (11–12 Juni 2026), program ini menyasar perangkat desa, Bhabinkamtibmas, pengurus Karang Taruna, serta perwakilan warga dari empat dusun strategis: Tombongi, Kampung Beru, Galesong, dan Bontoloe. Edukasi yang dipusatkan di kediaman Kepala Dusun Tombongi dan Aula Kantor Desa ini menghadirkan kolaborasi pakar lintas sektor.

Ir. Furqan Ali Yusuf, M.Eng., IPM., perwakilan dari Forum Insinyur Muda Persatuan Insinyur Indonesia (FIM PII) Sulawesi Selatan, membuka sesi dengan pemetaan karakteristik kerentanan tanah longsor melalui visualisasi animasi interaktif. “Kolaborasi antara akademisi dan masyarakat merupakan kunci. Kita tidak boleh lengah; peningkatan kepekaan terhadap dinamika alam dan perubahan perilaku di sekitar adalah langkah preventif paling fundamental,” ujar Ir. Furqan.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Pusat Studi Kebencanaan Unhas sekaligus pakar dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Bapak Ilham Alimuddin, S.T., MGIS., Ph.D., menekankan pentingnya manajemen risiko. Dalam pemaparannya, Dr. Ilham membedah mekanisme ilmiah infiltrasi air tanah yang memicu ketidakstabilan lereng. “Bencana alam seringkali tidak dapat kita hentikan, namun dampak risikonya dapat ditekan secara signifikan melalui mitigasi yang terencana dan tepat sasaran,” tambahnya saat membakar semangat tangguh bencana para peserta.

Memperluas jangkauan mitigasi ke lingkup pendidikan dasar, tim PPK Ormawa SPACE menerapkan metode Game-Based Preparedness Education di SD Inpres Mala’lang pada Sabtu (13/6/2026). Metode ini dipilih untuk memastikan pemahaman mengenai prosedur keselamatan dapat diserap secara efektif oleh siswa kelas 5 dan 6.

Kepala Sekolah SD Inpres Mala’lang, Bapak Yusrin, S.Pd., memberikan apresiasi penuh terhadap inisiatif ini. “Program ini bukan sekadar sosialisasi, melainkan edukasi adaptif yang sangat dibutuhkan. Harapan kami, ilmu yang ditransfer dapat menjadi fondasi bagi siswa dan guru untuk merespons situasi darurat dengan lebih terukur,” tuturnya.

Materi teknis mengenai skema evakuasi mandiri disampaikan oleh dosen praktisi dari Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Unhas, Bapak Ichsan Caesar Pratama, S.T., M.P.W.K. Sesi ini tidak hanya diisi dengan teori, tetapi juga simulasi permainan kelompok yang menuntut kemampuan problem solving, komunikasi kritis, serta kerja sama tim dalam menghadapi skenario bencana. Rangkaian edukasi kemudian ditutup dengan sesi dongeng kebencanaan untuk menginternalisasi nilai-nilai keselamatan secara emosional dan kognitif.

“Program Pakkatuju” bukan sekadar aksi sesaat, melainkan komitmen berkelanjutan dari mahasiswa untuk mentransformasikan Desa Lonjoboko menjadi desa yang mandiri dalam menghadapi potensi bahaya. Melalui integrasi ilmu teknik, kesiapsiagaan sosial, dan metode edukasi kreatif, Tim PPK Ormawa SPACE FT-UH optimistis dapat menciptakan kesadaran kolektif yang mampu meminimalkan risiko kerugian, baik jiwa maupun materi, di masa depan.

Keberhasilan program ini menjadi bukti nyata peran strategis mahasiswa sebagai agent of change dalam membangun ketahanan wilayah yang tangguh, cepat, dan tanggap terhadap tantangan kebencanaan di era perubahan iklim.

Tim PPK Ormawa SPACE adalah kelompok mahasiswa dari Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin yang fokus pada pemberdayaan masyarakat, perencanaan tata ruang berbasis mitigasi, dan penguatan kapasitas komunitas dalam menghadapi tantangan lingkungan dan kebencanaan. (MSB)

\ Get the latest news /

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP