banner 728x250

DPD JWI Bahasa Eduwisata Bersama Kadis Pariwisata

banner 120x600
banner 468x60

Lampung Selatan, zona-pantau.com — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) Kabupaten Lampung Selatan duduk bersama Kepala Dinas Pariwisata.

Pada pokok pembahasan tentang Eduwisata yang ada di wilayah Kabupaten Lampung Selatan.

banner 325x300

Pertemuan itu dikemas dalam bentuk forum diskusi Aula Home Stay Penginapan Lamban Queen Desa Maja Kecamatan Kalianda, Jumat (02/07/2026).

Pada kesempatan itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) Kabupaten Lampung Selatan Zul Kenedy, menyampaikan, pihaknya berencana menggelar
lomba lintas alam Gunung Rajabasa dan Krakatau.

Menurutnya, Kegiatan ini direncanakan akan berlangsung pada Oktober mendatan.

“Jadi kami akan gelar lomba lintas alam, yang akan menawarkan pesona Gunung Rajabasa dan Krakatau,” katanya.

Selama ini, sudah banyak lokasi wisata yang sudah berjalan seperti, Trimomukti, Fajar Baru, Kawasan Pesisir Ketapang, dan destinasi wisata lainnya.

Dia menyampaikan, ada lima poin penting dalam pengelolaan tempat wisata yakni, Bagaimana pengelola memahami program yang ada.

Kedua, Menyatukan program, artinya tempat wisata ini bukan hanya dikunjungi, tetapi bagaimana ada pembelajaran didalamnya.

Ketiga, menyusun materi edukasi yang baku dan disesuaikan dengan jenjang pendidikan, sehingga kunjungan ini benar-benar bernilai tambah bagi proses belajar siswa.

Ke empat membenahi akses jalan, fasilitas umum, dan kenyamanan di setiap lokasi eduwisata.

Serta meningkatkan kemampuan pengelola, memperluas kerja sama dengan sekolah dan dinas terkait.

“Dengan langkah-langkah yang terarah ini, saya yakin Eduwisata Lampung Selatan akan menjadi lebih teratur, bermanfaat, dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat luas,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lampung Selatan, Dr. I Nyoman Setiawan, S.E., M.M menyampaikan, apresiasi kepada DPD JWI yang memprakarsai kegiatan ini.

“Patut kita apresiasi kegiatan ini, karena forum seperti ini menjadi wadah untuk menampung aspirasi dari masyarakat. Bagaimana pariwisata kedepan,” ujarnya.

Dia menambahkan, pihaknya mengakui masih ada kelemahan selama ini, karena tidak adanya program yang melibatkan masyarakat.

“Perlu kita sadari bersama bahwa Dinas Pariwisata bukanlah pelaku utama atau pelaksana tunggal, melainkan berperan sebagai fasilitator sekaligus pengatur atau regulator,” katanya.

“Keberhasilan eduwisata sangat bergantung pada seberapa besar dukungan dan keikutsertaan warga setempat,” tutpnya. (Nzr)

\ Get the latest news /

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP