Zonapantau.com, Wajo – Bupati Wajo, Andi Rosman, bersama Wakil Bupati, dr. Baso Rahmanuddin, menunjukkan komitmennya dalam mengawal arah pembangunan daerah dengan menghadiri langsung Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan pada Rabu (18/2/2026). Kegiatan ini digelar di dua lokasi berbeda, yakni Kecamatan Majauleng dan Kecamatan Sajoanging.
Kehadiran pimpinan daerah ini merupakan bagian dari rangkaian penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Wajo Tahun 2027. Pelaksanaan di dua titik secara simultan tersebut bertujuan untuk mengakomodasi aspirasi masyarakat secara lebih cepat, langsung, dan partisipatif.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimcam, jajaran Anggota DPRD Kabupaten Wajo, serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati tampak berinteraksi secara intens dengan perwakilan warga. Andi Rosman menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda rutin tahunan atau formalitas administratif belaka.
“Kita ingin pembangunan di Wajo benar-benar berbasis kebutuhan masyarakat. Setiap usulan dari desa dan kelurahan akan kita kawal agar masuk dalam prioritas RKPD 2027, terutama sektor infrastruktur jalan, irigasi, pendidikan, dan kesehatan,” tegas Andi Rosman.
Beliau juga menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Wajo memiliki visi besar untuk memeratakan pembangunan hingga ke wilayah pinggiran dan pedalaman. Hal ini mencakup peningkatan akses layanan dasar serta penguatan ekonomi lokal yang bertumpu pada sektor pertanian dan UMKM.
Pemerintah Kabupaten Wajo berkomitmen penuh untuk menjaga proses perencanaan tetap transparan dan akuntabel. Setelah pelaksanaan di Majauleng dan Sajoanging, Musrenbang tingkat kecamatan ini akan dilanjutkan ke kecamatan lainnya secara bertahap sebelum diputuskan dalam forum tingkat kabupaten.
“Aspirasi dari masyarakat Sajoanging dan Majauleng sangat kami hargai dan akan kami perjuangkan. Ini adalah momentum bersama untuk merancang masa depan Wajo yang lebih maju dan sejahtera,” tutupnya.
Melalui pendekatan yang inklusif ini, diharapkan RKPD 2027 nantinya dapat menjadi instrumen yang efektif dalam meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan seluruh masyarakat Bumi Lamaddukelleng. (Ant)


















