Parepare, zona-pantau.com — Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kota Parepare tahun 2026 terancam gagal disahkan tepat waktu.
Penyebabnya, pembahasan antara Pemerintah Kota dan DPRD belum menemui titik temu hingga memasuki pekan ketiga Agustus.
Informasi yang dihimpun, Pihak pemerintah belum memasukkan pengajuan drap APBD Perubahan.
Bahkan pihak DPRD Parepare Badan Anggaran (Banggar) belum ada pembahasan mengenai APBD Perubahan.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Parepare, Zulkarnaim yang dihubungi melalui telepon genggamnya mengatakan, hingga saat ini belum mengajukan drap APBD Perubahan.
“Belum Pengajuan RAPBD Perubahan, masih tahap PPAS Perubahan,” singkatnya.
Secara terpisah, Kepala Bagian Umum Setdako Parepare Fitriyani yang ditemui diruang kerjanya mengaku, pihaknya sudah mengajukan drap rancangan belanja untuk APBD Perubahan.
Dia menyebutkan, beberapa rancangan belanja untuk APBD Perubahan untuk pekerjaan pisik, salah satunya yakni pekerjaan rehab Rumah Jabatan Wakil Walikota dan Pos penjagaan.
“Ia, kami sudah anggarkan di APBD Perubahan sebesar Rp250 juta untuk Rehab Pos Jaga dan Plafon Rujab Wawal,” jelasnya.
Dia menambahkan, untuk total pengajuan drap belanja APBD Perubahan yang meliputi, kegiatan Rehab, Pengadaan dan Makan Minum sebesar Rp 5 milliar lebih.
“Namun, informasinya, pembahasan APBD Perubahan terancam gagal. Kami juga tidak tahu apa sebabnya,” bebernya.
Untuk diketahui, Jika APBD-P tidak disahkan, maka Pemkot Parepare hanya bisa menjalankan kegiatan berdasarkan APBD Pokok 2026.
Padahal sejumlah kebutuhan darurat dan program baru sudah dirancang untuk dijalankan.
Hingga berita ini diterbitkan, masih butuh konfirmasi lebih lanjut dari pihak yang berwenang. (*)


















