banner 728x250

Bupati Buka Diklat Peningkatan Kapasitas Guru PAUD

banner 120x600
banner 468x60

Barru, zona-pantau.com — Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, buka Diklat Peningkatan Kapasitas Guru PAUD.

Dalam Penanganan Stunting yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Barru di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Barru, Senin (29/06/2026).

banner 325x300

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan sumber daya manusia.

Selain sebagai pendidik, guru PAUD juga menjadi ujung tombak pembentukan karakter anak sekaligus agen perubahan dalam mendukung percepatan penanganan stunting di Kabupaten Barru.

Menurutnya, stunting masih menjadi persoalan serius yang memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat termasuk tenaga pendidik.

Oleh karena itu, peningkatan kapasitas guru PAUD melalui pelatihan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat upaya pencegahan stunting sejak usia dini.

“Guru PAUD memiliki posisi yang sangat strategis karena setiap hari berinteraksi langsung dengan anak-anak dan orang tua. Melalui diklat ini, saya berharap ibu dan bapak bukan hanya menjadi pengajar, tetapi juga menjadi agen perubahan dan duta penanganan stunting di lingkungan masing-masing,” ujar Bupati.

Andi Ina mengungkapkan bahwa berdasarkan data tahun 2025, prevalensi stunting di Kabupaten Barru masih berada pada angka 26,1 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa upaya penurunan stunting harus terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor dan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan.

Ia mengajak seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi.

Serta memanfaatkan pengalaman para narasumber sebagai bekal dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

“Jangan takut bertanya dan menyampaikan persoalan yang dihadapi. Dari diskusi seperti inilah kita bisa menemukan solusi untuk diterapkan di sekolah maupun di tengah masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa pendidikan anak usia dini tidak hanya berorientasi pada kemampuan membaca, menulis dan berhitung.

Tetapi juga berperan dalam membentuk karakter, menanamkan kebiasaan hidup sehat, serta mendukung perkembangan fisik dan mental anak.

Menurutnya, masa usia dini merupakan periode emas pertumbuhan anak sehingga setiap nilai dan kebiasaan baik yang ditanamkan akan menjadi bekal penting bagi kehidupannya di masa depan.

“Memori anak-anak ini masih kosong. Tolong isi dengan hal-hal yang baik. Ajarkan mereka nilai-nilai agama, kedisiplinan, kepedulian, kebiasaan hidup sehat, dan akhlak yang baik. Jadikan mereka seperti anak kita sendiri, jangan pernah dibedakan,” pesannya.

Ia juga mengingatkan agar seluruh guru memberikan perhatian dan kasih sayang yang sama kepada setiap anak tanpa membedakan latar belakang mereka.

Menurutnya, pengalaman yang diterima anak selama berada di lingkungan PAUD akan menjadi fondasi pembentukan karakter dan kepribadian mereka.

Lebih jauh, Andi Ina mengaitkan peran strategis guru PAUD dengan visi Indonesia Emas 2045.

Ia menilai anak-anak yang saat ini berada di bangku PAUD merupakan generasi yang kelak akan melanjutkan estafet pembangunan bangsa.

“Kita tidak ingin anak-anak Barru hanya menjadi penonton ketika Indonesia memasuki era Indonesia Emas 2045” katanya.

“Mereka harus menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, berdaya saing, dan memiliki akhlak yang mulia. Semua itu dimulai dari pendidikan usia dini,” tegasnya.

Karena itu, Bupati mengajak seluruh guru PAUD menjadikan pelatihan tersebut sebagai momentum meningkatkan kompetensi sekaligus memperkuat komitmen dalam mendampingi tumbuh kembang anak secara menyeluruh.

“Kita semua harus bahu-membahu. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Guru PAUD memiliki peran besar dalam mencetak generasi penerus yang sehat, cerdas, dan bebas stunting,” katanya.

“Insya Allah, jika kita bekerja bersama, Kabupaten Barru akan melahirkan generasi yang mampu bersaing dan menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabuoaten Barru beserta seluruh panitia atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia berharap pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Barru.

Sementara itu, Ketua Panitia, Ibrahim, melaporkan bahwa pelatihan dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas pentingnya peningkatan kapasitas guru PAUD dalam mendukung percepatan penanganan stunting.

Menurutnya, intensitas interaksi guru PAUD dengan anak dan orang tua menjadikan mereka sebagai garda terdepan dalam edukasi pencegahan stunting sejak usia dini.

Ia menjelaskan, pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional guru PAUD dalam mendeteksi gejala dini stunting pada anak didik.

Membekali pendidik dengan pengetahuan praktis mengenai pemenuhan gizi, pola asuh, serta stimulasi psikomotorik yang tepat.

Sekaligus memperkuat sinergi antara tenaga pendidik, orang tua, dan pemerintah dalam penanganan stunting secara terintegrasi.

Diklat yang berlangsung selama empat hari, mulai 29 Juni hingga 2 Juli 2026, diikuti sebanyak 80 guru PAUD.

Terdiri atas 50 guru Taman Kanak-Kanak (TK) dan 30 guru Kelompok Bermain (KB) dari berbagai kecamatan di Kabupaten Barru.

Kegiatan menghadirkan narasumber Dr. Muspira, S.H., M.Pd., bersama tim dari Universitas Negeri Makassar (UNM).

Turut hadir, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupsten Barru beserta jajaran dan staf, pemateri, para peserta diklat dan undangan lainnya. (Aiq)

\ Get the latest news /

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP