Lampung Selatan, zona-pantau.com — Di tengah duka akibat musibah angin puting beliung yang menerjang rumah salahsatu warga Desa Hatta, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, secercah harapan hadir bagi seorang janda bernama Eti Sriyanti Ani.
Rumah yang selama ini menjadi tempat berlindungnya rusak diterjang angin kencang pada Kamis malam, 25 Februari 2026 sekitar pukul 23 :00 WIB.
Malam itu menjadi malam yang menegangkan bagi Eti Sriyanti Ani.
Angin kencang yang datang tiba-tiba membuat pohon kelapa dan petai roboh menimpah rumahnya porak-poranda.
Sebagai seorang janda, ia hanya bisa pasrah menyaksikan tempat tinggalnya rusak diterpa angin puting beliung.
Namun di balik musibah tersebut, kepedulian datang dari berbagai pihak.
Seperti yang dilakukan Koperasi Siger Khanggum Mandiri yang di dampingi Kepala Desa Hatta turun langsung memberikan bantuan dan dukungan kepada Eti Sriyanti Ani, Rabu ( 04/03/2026 )
Kehadiran mereka bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga membawa harapan dan semangat bagi Eti Sriyanti Ani agar tetap kuat menghadapi cobaan hidup yang menimpanya.
Kepala Desa Hatta, Tumenggung Lekok menyampaikan bahwa musibah yang menimpa warganya merupakan duka bersama.
Sehingga sudah menjadi kewajiban semua pihak untuk saling membantu.
“Musibah ini adalah ujian. Kami dari pemerintah desa bersama Koperasi SIKAM berusaha hadir untuk membantu dan menguatkan warga kami. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban Ibu Eti Sriyanti Ani,” katanya.
Sementara itu Kepala Koperasi Siger Khanggum Mandiri, Subagio, menyampaikan rasa empati mendalam atas musibah yang menimpa salah satu warga Desa Hatta.
“Kami ikut merasakan kesedihan yang dialami Ibu Sriyanti Ani. Musibah angin puting beliung yang merusak rumah beliau tentu menjadi ujian yang sangat berat, apalagi beliau seorang janda yang harus menghadapi keadaan ini seorang diri. Hati kami tergerak untuk datang dan memberikan bantuan semampu kami,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa kehadiran Koperasi bukan hanya untuk kegiatan ekonomi, tetapi juga untuk hadir di tengah masyarakat saat mereka sedang mengalami kesulitan.
“Kami berharap bantuan ini tidak hanya dilihat dari nilainya, tetapi dari rasa kepedulian dan kebersamaan yang kami bawa,” katanya.
“Semoga Ibu Sriyanti Ani diberi kekuatan dan kesabaran menghadapi ujian ini, dan semoga rumah beliau bisa segera diperbaiki sehingga bisa kembali menjadi tempat berlindung yang aman,” tambahnya.
“Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menumbuhkan rasa saling peduli. Karena ketika musibah datang, yang paling dibutuhkan bukan hanya bantuan materi, tetapi juga kehadiran dan kepedulian dari sesama,” tutupnya dengan penuh harap.
Dengan mata berkaca-kaca, Sriyanti Ani mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan.
Di tengah kesulitan yang dialaminya, dukungan dari masyarakat dan berbagai pihak menjadi kekuatan tersendiri baginya untuk tetap tegar menjalani kehidupan.
Musibah memang datang tanpa diduga, namun kepedulian dan rasa kemanusiaan yang hadir di tengah masyarakat menjadi bukti bahwa di saat sulit sekalipun, masih banyak tangan-tangan yang siap membantu. (Nzr/nsk)


















