banner 728x250

Status Gunung Anak Krakatau Naik ke Siaga

banner 120x600
banner 468x60

Lampung Selatan, zona-pantau.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mengimbau masyarakat di wilayah pesisir untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan menyusul naiknya status Gunung Anak Krakatau (GAK) dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

Langkah ini diambil guna memastikan keselamatan warga sekaligus menangkal kepanikan akibat informasi yang belum terverifikasi.

banner 325x300

Peningkatan status ke Level III (Siaga) ini resmi diberlakukan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terhitung sejak Jumat (9/10/2026) pukul 21.00 WIB.

Merespons keputusan tersebut, PVMBG langsung mengeluarkan rekomendasi ketat yang melarang masyarakat maupun wisatawan melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.

Serta radius 1 kilometer dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara gunung api tersebut.

Potensi bahaya yang mengintai dari kenaikan status ini cukup beragam.

PVMBG mengingatkan adanya ancaman lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, hingga potensi erupsi sekunder yang dipicu oleh kontak panas antara lava dengan air laut maupun air hujan.

Guna memitigasi risiko tersebut, jajaran Pemkab Lampung Selatan bergerak cepat melakukan peninjauan lapangan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan, Maturidi, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama petugas pengamatan GAK dan unsur Desa Tangguh Bencana (Destana) terus memantau pergerakan gunung api aktif tersebut.

Bahkan pada Jumat (9/10) malam, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, bersama Camat Rajabasa turun langsung ke wilayah pesisir untuk meninjau kondisi terkini secara objektif.

Meski pengawasan diperketat, Maturidi menegaskan bahwa masyarakat secara umum masih dapat menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa.

Kendati demikian, ia mengingatkan agar warga tidak lengah terhadap dampak kesehatan yang mungkin muncul, salah satunya ancaman hujan abu.

“Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang dan waspada, serta tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab,” ujar Maturidi, Sabtu (10/10/2026).

Sebagai langkah antisipasi, Maturidi meminta warga segera mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan jika hujan abu mulai turun.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak menunda pemeriksaan ke Puskesmas terdekat apabila mulai merasakan gangguan kesehatan.

Senada dengan hal tersebut, Sekda Lampung Selatan, Supriyanto, memastikan pemerintah daerah siap memfasilitasi kebutuhan perlindungan kesehatan warga terdampak.

Ia meminta masyarakat tidak panik dan memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada jika situasi memburuk.

“Warga yang membutuhkan masker dapat segera berkoordinasi dengan Puskesmas di wilayah masing-masing untuk mendapatkan bantuan sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan yang ada,” tutur Supriyanto.

Di sisi lain, Pemkab Lampung Selatan bersama PVMBG juga menaruh perhatian khusus pada potensi penyebaran berita bohong (hoax) yang kerap membayangi peristiwa kebencanaan.

Masyarakat di wilayah pesisir Lampung maupun Banten diminta untuk tidak memercayai isu-isu tak berdasar yang menyebutkan bahwa erupsi kali ini akan memicu tsunami.

Pemkab Lampung Selatan kembali menegaskan pentingnya menyaring informasi di tengah situasi Siaga ini.

Warga diharapkan tidak menciptakan kepanikan massal dan terus memperbarui informasi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau hanya melalui saluran resmi, seperti arahan berkala dari BPBD setempat dan rilis resmi PVMBG. (Nzr/Nsy)

\ Get the latest news /

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top