Zonapantau.com, Majene — Kelurahan Labuang, Kabupaten Majene, dikenal memiliki kekayaan laut yang melimpah, terutama keberadaan ikan teri nasi (Stolephorus Commersonii) atau yang populer dikenal warga lokal sebagai ikan penja. Namun, keberlimpahan hasil laut ini berbanding terbalik dengan kondisi kesehatan anak di wilayah tersebut.
Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 mencatat prevalensi stunting balita di Kabupaten Majene masih menyentuh angka 37,5 persen. Angka ini memprihatinkan karena berada jauh di atas target nasional Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sebesar 14 persen.
Menjawab tantangan tersebut, tim Pengabdian Masyarakat dari Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) menggelar program pengabdian masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Kader Posyandu Melalui Pengolahan Stik Ikan Teri Nasi (Stolephorus Commersonii) untuk Akselerasi Penurunan Stunting di Kelurahan Labuang Kabupaten Majene”. Program yang didukung oleh Hibah DPPM Kemdiktisaintek ini menggandeng kader dari Posyandu Nusa Indah Binanga dan Posyandu Nurul Iman Tangnga-Tangnga.
Inovasi Pangan Lokal Berbasis Teknologi Tepat Guna
Inisiatif ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya variasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal yang dikelola kader posyandu. Melalui hilirisasi riset, tim Pengabdian Masyarakat Unsulbar memperkenalkan olahan fungsional berupa Stik Ikan Penja, yang dapat dimanfaatkan menjadi camilan renyah kaya kalsium dan protein yang dirancang khusus untuk anak-anak.
Program yang berlangsung dari Juni hingga Desember 2026 ini dipimpin oleh Erni Febrianti, S.K.M., M.K.M. sebagai Ketua Tim, didampingi Sahariah, S.Kep.Ns., M.Kep. dan Sri Arnilasari MS, S.K.M., M.Kes. sebagai anggota. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Unsulbar, yakni Sasnaila, Mutia Salsabila, dan Muh. Alfath.
Dalam proses pembuatannya, tim menerapkan alur teknologi semi-mekanis yang higienis melalui beberapa tahapan:
-
Input Bahan Baku: Pemilihan ikan teri nasi segar berkualitas.
-
Penghalusan: Pengolahan bahan menggunakan High-Speed Food Processor.
-
Pencampuran & Penipisan: Pembentukan adonan stik dengan mesin Electric Noodle Maker.
-
Penggorengan & Pengemasan: Tahap akhir penyajian PMT secara higienis dan siap edar.
Tahapan Pemberdayaan dan Respons Positif
Seluruh rangkaian program dirancang secara bertahap mulai dari persiapan survey (Juni 2026), sosialisasi dan workshop pelatihan PMT (29 Juli 2026), pendampingan produksi mandiri (6 Agustus 2026), hingga evaluasi berkala (September–Desember 2026). Tim pengabdian Unsulbar juga menyerahkan hibah alat dan bahan produksi kepada kader posyandu mitra dengan disaksikan langsung oleh pihak Kelurahan Labuang.
Langkah ini mendapat sambutan hangat dari pemerintah setempat. Lurah Labuang, Trismulwardi, S.E., menyampaikan apresiasi mendalam atas dampak nyata kegiatan ini bagi wilayahnya.
“…Kami sebagai pemerintah kelurahan sangat-sangat berterimakasih dengan adanya kegiatan seperti ini. Disamping bisa menciptakan lapangan kerja, sekaligus bisa membimbing dan membina kader-kader kami yang ada di kelurahan Labuang…” ujar Trismulwardi.
Para kader posyandu juga menyambut positif perubahan ini. Ibu Najrah dari Posyandu Nusa Indah Binanga menilai inovasi stik penja mampu meningkatkan nilai tambah hasil laut lokal.
“…Produk ini memanfaatkan ikan teri nasi atau penja khas Sulawesi untuk meningkatkan nilai gizi dan diversifikasi pangan serta pencegahan stunting pada anak…” jelas Najrah.
![]()
![]()
Hal senada diungkapkan oleh Ibu Salmawati dari Posyandu Nurul Iman Tangnga-Tangnga. Menurutnya, inovasi ini menjadi jawaban atas kebiasaan anak-anak yang sulit mengonsumsi ikan segar.
“…Anak-anak sekarang itu tidak doyan ikan, padahal kita dari pesisir loh. Tapi adanya stik ikan penja ini bisa dijadikan camilan untuk anak-anak, dan mereka suka…” ungkap Salmawati.
Sinergi antara kampus, pemerintah lokal, dan kader kesehatan ini diharapkan dapat menjadikan olahan Stik Ikan Teri Nasi sebagai model ketahanan pangan mandiri yang berkelanjutan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi warga demi membebaskan Majene dari ancaman stunting. (Ant)


















