Parepare, zona-pantau.com — Koalisi Peduli Pare soroti penunjukan CV Massuwaja sebagai penyedia layanan makanan dan gizi bagi pasien maupun non-pasien di RSUD Andi Makkasau Parepare.
Perusahaan tersebut baru berdiri dan dinilai belum memiliki rekam jejak di bidang pelayanan gizi rumah sakit.
Koordinator Koalisi Peduli Pare, Cuke mengatakan, pelayanan gizi di rumah sakit memiliki standar khusus karena langsung berkaitan dengan kondisi kesehatan pasien.
“Ini menyangkut keselamatan pasien, jadi wajar kalau kami soroti dan mempertanyakan kapasitas dan pengalaman pihak yang ditunjuk,” tegasnya, Selasa (23/06/2026).
Dia menegaskan, polemik penunjukan CV Massuawaja yang dianggap belum mengantongi prestasi dibidang gizi menjadi perhatian.
“Kami akan kawal persoalan ini demi memastikan pelayanan gizi yang diterima pasien memenuhi standar kesehatan dan keselamatan,” katanya.
Oleh karena itu, kami meminta pihak RSUD Andi Makkasau untuk menjelaskan dasar pertimbangan dalam menunjuk penyedia layanan tersebut.
Tidak hanya itu, Transparansi penggunaan anggaran yang dinilai cukup signifikan mesti dipertanyakan.
“Anggarannya sampai Rp6 milliar lebih. Ini terlalu besar bagi perusahaan yang baru. Apalagi ini menyangkut gizi pasien,” Katanya.
Dia juga mempertanyakan proses evaluasi teknis pada saat penunjukan terhadap CV Massuawaja.
“Kami meminta kepada pihak yang berwenang untuk turun melakukan audit untuk memastikan perusahaan pemenang memiliki kapasitas produksi dan distribusi sesuai yang disyaratkan,” tutupnya.
Hingga berita ini dimuat, belum ada konfirmasi masih dari pihak terkait. (*)


















