Lampung Selatan, zona-pantau.com — Ancaman bencana besar di lereng Gunung Rajabasa memicu reaksi dari berbagai elemen masyarakat Pasca pertemuan krusial para tokoh adat, Sabtu (04/04/2026)
Fery Yansyah, Ketua Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Lampung Selatan, secara tegas menyatakan mendukung penuh langkah berani para tokoh adat dalam menyikapi fenomena tanah longsor yang menghantam area hutan lindung Gunung Rajabasa.
Dalam keterangannya, Fery menegaskan bahwa sikap para tokoh adat adalah representasi dari kekhawatiran ribuan warga yang hidup di bawah bayang-bayang material longsor.
Ia menilai faktor alam yang memicu pergeseran tanah di area lindung tersebut harus segera mendapat perhatian serius dari pemerintah baik provinsi maupun kabupaten.
“Kami dari AWPI Lamsel berdiri tegak mendukung para tokoh adat, Apa yang terjadi di Gunung Rajabasa adalah alarm keras bagi kita semua. Ini hutan lindung, paru-paru kita, sekaligus benteng keselamatan warga. Jika tokoh adat sudah bersuara, artinya situasi ini sudah masuk level darurat!” tegas Fery
Dia menambahkan musyawarah di Lamban Balak Marga Legun adalah bukti nyata bahwa kearifan lokal sedang bergerak menyelamatkan lingkungan.
Ia meminta instansi terkait untuk serius, tidak menutup mata dan segera melakukan langkah mitigasi konkret.
“Jangan tunggu jatuh korban baru kita sibuk mencari solusi, AWPI akan terus menyuarakan kepentingan rakyat dan mendukung penuh langkah para Saibatin serta tokoh adat untuk menjaga marwah dan keselamatan Bumi Khagom Mufakat” tutup Fery
Sementara, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Dr. Senen Mustakim yang dihubungi mengaku tidak mengetahui adanya bencana longsor Hutan Lindung.
“Mohon maaf saya tidak mengetahui adanya kejadian itu, Saya baru menjabat selama satu hari disini,” katanya.
Meski demikian, ia berjanji akan segera bergerak cepat mencermati situasi dan mengerahkan bidang terkait untuk menangani persoalan di Gunung Rajabasa tersebut. (Nzr/Awpi)


















