banner 728x250

Bangun Fondasi Sepak Bola NTT, Julie Laiskodat Dorong Sertifikasi Pelatih Lisensi D di Ngada

banner 120x600
banner 468x60

Zonapantau.com, Bajawa – Sektor olahraga, khususnya sepak bola di Nusa Tenggara Timur (NTT), mendapat suntikan semangat baru. Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Julie Sutrisno Laiskodat, memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Kursus Pelatih Sepak Bola Lisensi D PSSI yang digelar di Kabupaten Ngada, 6-14 Februari 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Ruko Seminari St. Brakhmans Todabelu Mataloko ini merupakan langkah konkret untuk menjawab tantangan minimnya tenaga pelatih bersertifikasi resmi di NTT, di tengah pesatnya minat bakat sepak bola lokal.

banner 325x300
Suasana pelatihan pelatih lisensi D. Pemateri Klerus Gabhe sedang membawa materi bagi peserta di aula Ruko seminari Mataloko.

Ketua Panitia, Felix Goja, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari agenda kerja PSSI Ngada tahun 2026. Kursus ini diikuti oleh 29 peserta yang tidak hanya berasal dari Ngada, tetapi juga dari Kabupaten Kupang, Ende, Nagekeo, hingga Manggarai Timur.

“Perkembangan sepak bola di Ngada sangat baik, namun kita butuh lebih banyak pelatih berlisensi untuk menjaga standar kualitas pemain. Kami sangat berterima kasih kepada para pemerhati sepak bola, terutama Ibu Julie Laiskodat, atas dukungannya sehingga kegiatan ini berjalan sukses,” ujar Felix.

Kualitas pelatihan ini tidak main-main dengan hadirnya instruktur berpengalaman:

  1. Kletus Gabhe (Instruktur Lisensi B)

  2. Petrik Domal (Instruktur Lisensi A)

  3. Firmansyah (Mentor Daring Lisensi A Pro)

Kletus Gabhe menilai, pembaruan pengetahuan melalui kursus semacam ini sangat krusial bagi pelatih daerah agar mereka tidak tertinggal dengan metodologi sepak bola modern.

Menanggapi suksesnya acara tersebut, Julie Sutrisno Laiskodat menegaskan bahwa investasi pada Sumber Daya Manusia (SDM) pelatih adalah kunci utama kemajuan atlet.

“Selamat kepada para peserta. Saya berharap melalui Lisensi D PSSI Diploma ini, profesionalisme pelatih di daerah semakin meningkat. Namun, ini baru awal. Saya mendorong agar kegiatan serupa diperluas ke seluruh kabupaten dan kota di NTT,” ungkap Julie.

Menurutnya, jika setiap daerah memiliki pelatih yang kompeten dan bersertifikasi, maka talenta-talenta muda NTT akan tumbuh dalam sistem pembinaan yang benar dan berkelanjutan. (MIN)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *