banner 728x250
DAERAH  

Masyarakat Diajak Merasakan Hidup Penyandang Distibilitas

banner 120x600
banner 468x60

Makassar, zona-pantau.com — peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025 yang digelar dari berbagai komunitas penyandang disabilitas dan organisasi masyarakat sipil berlangsung meriah, Rabu (03/12/2025).

Berbagai kegiatan yang digelar di Makassar Creative Hub, Anjungan Pantai Losari untuk memeriahkan puncak HDI 2025.

banner 325x300

Kegiatan ini menjadi momentum krusial untuk mendorong kesadaran dan pemahaman publik secara lebih mendalam tentang realitas disabilitas.

Kegiatan ini didukung penuh oleh Program BaKTI INKLUSI, yang dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, H. Andi Bukti Djufrie, SP.M.Si, yang mewakili Walikota Makassar.

Dan perwakilan SKPD, akademisi, organisasi masyarakat sipil dan organisasi penyandang disabilitas.

Pada kesempatan itu, Konsul Jenderal Australia di Makassar, Todd Dias dalam sambutannya menyampaikan, apresiasi yang setinggi-tingginya kepada panitia pelaksana HDI 2025 yang inovatif.

Menurutnya, Kegiatan itu sebagai bentuk peran aktif untuk mengajak masyarakat umum ikut berpartisipasi dan memahami sudut pandang penyandang disabilitas.

Sementara, Ketua Panitia HDI 2025, Muhammad Luthfi, S.Tr.Sos.,M.S.W, menjelaskan bahwa peringatan tahun ini secara khusus dirancang untuk memecah stigma dengan melibatkan masyarakat non-disabilitas untuk memasuki dunia disabilitas.

“Kami mengundang masyarakat umum untuk mencoba langsung berbagai alat bantu dan materi dari lima ragam disabilitas,” katanya.

“Tujuannya sederhana, agar masyarakat dapat merasakan dan memahami secara langsung tantangan unik yang dihadapi teman-teman disabilitas setiap hari,” ujar Luthfi.

Lebih jauh, Luthfi mengatakan, pada sesi desensitisasi, pihaknya mengajak pengunjung menyelesaikan misi kunjungan ke lima booth yang mewakili ragam netra, tuli, daksa, autis, down syndrome, dan psikososial.

Dalam sesi ini, peserta diajak mencoba pengalaman seperti berjalan dengan mata tertutup (netra).

Belajar huruf Braille dan Bahasa Isyarat, merasakan sesi terapi anak autis, hingga menaiki tanjakan dengan kursi roda.

“Jadi bagi pengunjung yang berhasil menuntaskan semua misi mendapatkan stempel pada “Inclusion Passport” mereka,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Seorang pengunjung Hafidah Amiruddin, mengaku kegiatan ini memberikan banyak pelajaran tentang disabilitas.

‘Kami lebih nyaman berinteraksi dan ikut merasakan berbagai ragam disabilitas,” ujarnya singkat.

Panitia juga menggelar, Forum inspirasi, kekerasan, perempuan, dan krisis iklim sebagai bagian dari peringatan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan.

Acara ini menampilkan Talkshow Inspitasi BaKTI dengan tema “Menelaah Keterhubungan Kekerasan Terhadap Perempuan dengan Perubahan Iklim dalam Perspektif Sosial Inklusi.”

Sesi diskusi strategis ini membahas dampak krisis iklim terhadap kelompok rentan dan tantangan dalam memastikan pengakuan serta pengintegrasian isu kelompok rentan ke dalam perencanaan dan penganggaran.

Talkshow ini menghadirkan narasumber, Nisria Nurul Magfirah Nasir, S.Pd (GERKATIN Makassar), Ni Nyoman Anna Marthanti, SIP.,MA (Koordinator Wilayah Sulsel Formasi Disabilitas), dan Dr. Idrus, M.Si (Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Maros), dengan Rusdin Tompo sebagai moderator.

Komitmen kolektif menuju inklusi sejati aksi kolaborasi menegaskan bahwa inklusi adalah sebuah proses yang membutuhkan komitmen kolektif dari semua pihak.

Ketika stigma dilebur, akses dibuka dan aspirasi didengar serta dilaksanakan, terciptalah ruang yang adil, setara, dan inklusif.

Peringatan HDI 2025 di Makassar adalah langkah nyata untuk memastikan bahwa prinsip “no one left behind” benar-benar terwujud.

Menjadikan komunitas disabilitas sebagai subjek, bukan sekadar objek, dalam pembangunan. (Rls)

\ Get the latest news /

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP