Memang menghadapi anak remaja laki-laki, tuh, susah-susah enteng moms. Tersedia yang kudu dijalankan, namun tersedia juga yang sebaiknya nggak ditunaikan.

Yes, Menghadapi anak remaja memang perkara susah-susah ringan. Bahkan anak remaja laki-laki, butuh kesabaran dan ikut merasakan, dan juga welas asih (Inhale exhale). Konduite remaja laki-laki sanggup amat menantang, terutama di dalam suasana unik belakangan ini. Sebut saja pengaruh pandemi, banjirnya kabar digital tanpa filter, lagi sekolah offline sesudah sekian lama online, tidak cuma kami mommies, mereka pun kalang kabut menghadapi kasus yang singgah bertubi-tubi.

Saat anak perempuan cenderung lebih gampang curhat, anak remaja laki-laki cenderung menyimpan perasaan, dan menarik diri ketika mereka tengah Struggling. Berhadapan bersama dengan remaja laki-laki, orang tua didalam hal ini ibu, mesti membawa dampak batasan yang memahami dan konsekuensi yang efektif. Tersedia 9 hal yang sebaiknya nggak ditunaikan ibu pada remaja laki-lakinya. Biar komunikasi kondusif-damai-tentrem, nggak segudang konflik, dan dia merasa kami konsisten sebagai orang dekatnya.

Bukan menetapkan batasan alias ketentuan

Sebaiknya, sih, antara orangtua dan anak remaja laki-laki duduk bareng dan bersepakat untuk menetapkan batasan dan keputusan. Peraturan yang berlaku baiknya didasarkan terhadap nilai-nilai kebersamaan didalam mempertahankan keharmonisan keluarga.

Nggak konsekuen serupa keputusan yang dikeluarkan sendiri

Sehabis menetapkan batasan alias peraturan, pasti kami juga dapat menyepakati konsekuensi bila ketentuan itu dilanggar. Misalnya saja, potongan uang jajan kalau tidur malam di atas jam yang sudah disepakati. Biasa, kan, tuh, anak-anak remaja puas bablas main game online atau sekadar berbincang di ruang chat. Sedikit saja kami fleksibel pada konsekuensi keputusan, di sementara tersebut pulalah si anak remaja sanggup melacak celah, kami pun menjadi kelihatan gampang dimanipulasi olehnya.

Pasang badan jika anak melanggar ketetapan

Lupa bawa tugas, pekerjaan tempat tinggal nggak dijalankan, bergumul hebat bersama saudaranya, kami yang bantu atasi. Entah tersebut tugas diantar ke sekolah, atau kami memisahkan antara ia dan saudaranya. Sayangnya mereka telah nggak SD kembali mommies. Waktunya ia terima konsekuensi berasal dari perilakunya sendiri.

Kasih sanksi yang sangat berat

Konsekuensi iya, tetapi kecuali sanksi yang berat malah bikin anak remaja laki-laki makin menarik berasal dari lebih jauh berasal dari kami ibunya. Sanksi yang berat, layaknya sanksi fisik, akan mengakibatkan remaja laki-laki merasa ditolak dan nggak Belong to the family. Minta saja ia terima konsekuensi yang telah disepakati dengan.

Amat panjang ‘Menceramahi’

Meski kesannya kami bicara heart to heart, yang namanya anak remaja laki-laki, tuh, paling malas terkecuali ‘Diceramahi’ panjang lebar. Usahakan sampaikan ‘Nasehat’ bersama dengan kalimat-kalimat straight to the point, tapi terus manis.

Kerap cium-cium, peluk-peluk, dan tidur satu kasur

Mendambakan anak remaja laki-laki kami berdikari, kan, ya? Usahakan untuk nggak kembali-kembali kerap mencium, memeluk, lebih-lebih tidur bareng 1 kasur. Ya, sesekali cium atau peluk bolehlah. Saya dulu bisa saran berasal dari mbak Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi, M.Psi, Untuk mengungkapkan sayang ke anak remaja laki-laki, bersama memadai merangkul, menepuk pundak, dan katakan kami bangga bersama pencapaiannya.

Jalankan kontak mata hiperbola

Lebih-lebih terkecuali dibarengi bersama dengan mencecarnya. Misalnya kami pertikaian pelanggaran yang ia melakukan. Meski sebenarnya kontak mata kerap disarankan untuk komunikasi yang efektif, sayangnya ini nggak berlaku terhadap anak remaja laki-laki. Mereka akan enteng terintimidasi, seakan mommies menelanjangi dirinya habis-habisan. Berkomunikasi bersama anak remaja laki-laki sebenarnya dapat disambi. Saat di mobil, kembali siapkan meja untuk makan malam dengan, atau kemungkinan waktu makan malam dengan.

Meledak-ledak selagi menemukan kesalahannya

Dia mengetahui, kok, jikalau dia keliru. Dan tengah berusaha untuk memperbaikinya. Emosi kami yang meledak-ledak, membuktikan kemarahan, menyebabkan dia makin masuk ke di dalam sarangnya, dan sulit terbuka ulang ke kami. Jangan hingga dia nggak berkunjung ke kami untuk minta pertolongan cuman gara-gara takut dimarahi.

Berharap hasil instan

Hari ini kami menegurnya, berharap ia segera berubah, sepertinya agak challenging untuk anak remaja laki-laki. Kesamaan mereka adalah mereka butuh proses sebagian jam, atau apalagi sebagian hari untuk memikirkan percakapan vital. Biarkan ia menyerap berita dan lantas memprosesnya terhadap waktunya sendiri. Ya, jika kelamaan, boleh, ok, mommies ingatkan ulang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *