banner 468x60

Sidang Batal Mengaku Penggugat Tak Hadir, Ahli Waris: Salah Satu Dari Mereka DPO

 Berita Terkini, Hukum

BEKASI – Perkara tanah seluas 42,5 hektar di Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi yang sudah ada putusan inkrah memenangkan para ahli waris kembali di gugat ke Pengadilan Negeri Bekasi. Sidang perdana digelar, Rabu (26/8/2020) di ruang sidang Tirta II lantai 2 Pengadilan Negeri (PN) Bekasi, namun sidang di batalkan hakim karna para penggugat tak hadir.

Jandri Ginting. SH selaku kuasa hukum penggugat menjelaskan bahwa kami melakukan gugatan ke Pengadilan Negeri Bekasi. Adapun materi gugatan terkait perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh para ahli waris.

“Bidang yang digugat sama, yakni tanah seluas 42,5. Saya mewakili empat ahli waris,” ujarnya di PN Bekasi, Rabu (26/8/2020).

Ketika ditanya terkait surat pernyataan salah satu penggugat yang mengakui bahwa bukan pemilik sah tanah tersebut, Jandri mengakui belum mengatahui apakah sudah ada surat pernyataan bahwa itu bukan miliknya.

Gugatan yang di ajukan oleh para penggugat kepada tergugat warga Jatikarya ahli waris awal dan pihak Kemenhan, penggugat yang mengaku sebagai pemilik tanah tidak hadir memenuhi undangan pengadilan hanya diwakilkan oleh kuasa hukumnya, oleh karena hakim membatalkan gugatan tersebut hingga sebulan kedepan yang akan di gelar kembali.

Kuasa hukum warga Jatikarya pemilik lahan yang di sengketakan di tanah seluas 4,2 hektar itu, H. Dani Bahdani, SH mengatakan sekilas dirinya mendengar dari kuasa hukum dari Penggugat Jandri Ginting, SH, di masih sama dengan Antoni James Harahap dan CS, bahwa pengacara-pengacara ini pernah mengajukan Peninjauan Kembali (PK) kedua.

“PK kedua itu pernah di putus pada tanggal 19 Desember 2019 kemarin yang amar putusannya adalah, putusan yang berlaku adalah putusan PK No.218 2008 tanggal 28 November 2008 bahwa objek tanah di sana adalah tanah milik masyarakat Jatikarya,” ujar H. Dani usai menghadiri ke PN Bekasi.

Lanjut H. Dani, dirinya tidak paham apa maksud dari penggugat mengajukan gugatan kembali, sementara Prinsipal yang bernama Hasan Karno, Heru Marsongko, Adang bin Sarip, dan Gandi Syamsudin terus sama Nursen dan Ali Assegaf, itu mereka semuanya sudah mengajukan sumpah sebelum mengajukan PK dan lainnya dalam sumpahnya menyatakan bahwa mereka bukanlah sebagai pemilik tanah.

“Namun di tahun 2010 karna mereka menjual tanah milik masyarakat Jatikarya, kami sebagai kuasa hukum masyarakat melaporkan mereka dan akhirnya terbukti bahwa akte-jual beli sebanyak 85 buku tertanggal 31 Desember 1982 ternyata palsu dan sampai saat ini mereka terjerat kasus pidana pemalsuan surat tanah. Nah kalau sekarang ini mereka melakukan gugatan dengan objek yang sama, kita tunggu saja karna itu jelas kalau mereka mengerti hukum dia tau akibatnya nanti,” pungkasnya.

Menurut H. Dani, jika para kelima penggugat tidak hadir di Pengadilan Negeri Bekasi tadi, karna salah satu penggugat berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) atas dugaan pemalsuan 85 buku Akte-jual beli atas lahan milik masyarakat Jatikarya. (Yudhi)

banner 468x60
admin

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts