banner 468x60

Tata Jalani Transfusi dan Kemoterapi Lancar dengan Kartu Sehat

 Berita Terkini, Kesehatan
Tata Saptaji saat menjalani Kemoterapi di RS Awal Bross.

ZONA BEKASI – Selain memenuhi amanah undang-undang, mencover warganya dengan Jaminan Kesehatan Kartu Bekasi Sehat merupakan keputusan yang bijak bagi Wali Kota Bekasi, Dr. Rahmat Effendi. Hal ini diungkapkan oleh Tata Saptaji yang saat ini tengah menjalani kemoterapi akibat penyakit yang dideritanya yakni Sindrom mielodisplasia (MDS).

Tata, adalah salah seorang peserta Program JKN-KIS yang didiagnosa menderita Sindrom mielodisplasia (MDS) sejak 2018 lalu tepatnya pada pertengahan Ramadhan Tata mengalami drof disertai panas tinggi sehingga harus menjalani perawatan yang intensif. Tata pun memutuskan untuk cek darah ke RSUD Kota Bekasi dengan jaminan JKN-KIS.

“Setelah lebaran, saya mengalami drof lagi dan harus ditransfusi lagi. Akhirnya, saya pun dirujuk ke RS Hermina ditangani oleh dokter ahli dengan biaya pribadi, tapi tetap tidak ada perkembangannya,” kata Tata saat diwawancarai Zona Pantau, Rabu (4/9/2019).

Setelah ditangani di RS Hermina dengan biaya pribadi, Tata pun kembali kembali ke RSUD Kota Bekasi dan dikenali oleh sang dokter ahli spesialis darah yang bernama dr. Femiko.

“Akhirnya, saya pun ditangani oleh dr. Femiko dengan dicover oleh BPJS. Setelah terus terusan drof saya disarankan di Biosi Sumsum Tulang Belakang, hasilnya dikirimkan ke RS. Hermina, melalui RS. Hermina dikirimkan lagi ke RS. Dharmais, selang dua minggu kemudian hasil laboratium pun tiba, saya pun didiagnosa menderita leukemia,” katanya

Alhasil, Tata pun disarankan oleh dr. Femiko untuk menjalani kemoterapi setelah dua bulan tidak ada perkembangam dengan meminum obat-obatan.

“Kemoterapi itu tidak dilakukan di RSUD Kota Bekasi, tapi dr. Femiko pernah mengusulkan agar kemoterapi bisa diadakan di RSUD Kota Bekasi. Ya, saya berharap juga bisa diadakan di RSUD Kota Bekasi, akhirnya saya disarankan untuk kemoterapi di RS Awal Bross, dan kemoterapi itu tidak bisa dicover oleh BPJS,” bebernya.

Namun demikian, Tata pun disarankan untuk memakai Kartu Sehat (KS) Kota Bekasi. Pada awal Januari, Tata pun melakukan kemoterapi si RS Awal Bross dengan Kartu Sehat berbasis NIK yang dijargonkan oleh Wali Kota Bekasi.

“Ya, saya melakukan kemoterapi tahap pertama dengan lima kali kemoterapi. Tahap pertama kali kemoterapi dengan Kartu Sehat itu sangat bermanfaat, kalau dengan menggunakan biaya pribadi, saya lihat total biaya kemoterapi tahap pertama mencapai Rp.150 jutaan dengan sekali pengobatan,” jelasnya.

Setelah menjalani kemoterapi tahap pertama, dr. Femiko menyarakan untum menjalani empat kali tahap pengobatan. Selanjutnya, kata Tata pada bulan Maret dirinya pun menjalani kemoterapi tahap kedua, pengobatan pun sama halnya seperti kemoterapi tahap pertama.

“Pada kemoterapi tahap kedua, biaya pengobatannya agak menurun kalau tidak salah mencapai Rp.132 juta. Saya pun melakukan kemoterapi selanjutnya pada bulan Juni, dan total biaya yang dihabiskan sekitar Rp.147 juta berikut transfusi darah, kemoterapi selanjutnya saya lakukan pada awal bulan Agustus, itu menghabiskan dana sekitar Rp.140 juta,” tukasnya

Dirinya pun merasa sangat tertolong dengan adanya Kartu Sehat. “Dengan adanya KS saya sangat tertolong, makannya saya ucapkan banyak terimakasih teruntuk Wali Kota Bekasi, Dr. Rahmat Effendi yang sudah memfasikitasi biaya pengobatan saya hingga tahap keempat, mudah-mudahan tidak ada kata kemoterapi lagi, karena efek dari kemoterapi tersebut sangat luar biasa,” tegasnya.

Tata pun kemudian berpesan kepada penerima KS-NIK untuk menyimpan agar bisa digunakan apabila sewaktu-waktu sakit untuk berobat gratis, karena iuran kartu tersebut telah dibiayai pemerintah daerah. “Manfaatkan lah KS untuk pelayanan kesehatan sesuai prosedur. Program ini sangat bagus dan sudah saya rasakan semua,” tandasnya. (GUN)

banner 468x60

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts