banner 468x60

Bekasi Rawan TPS Liar Perlu Penindakan Tegas Oknum Buang Sampah Sembarangan

 Berita Terkini, Lingkungan
Sampah liar di Jalan sawo belakang gereja kalamiring saat di angkut oleh petugas kebersihan UPTD LH Jatisampurna

BEKASI (Lingkungan) – Sudah bertahun-tahun belum ada solusi terkait keberadaan lokasi sampah liar atau Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar tepatnya di Jalan Sawo belakang Gereja Kalamiring, RW 04 Kelurahan Jatiraden, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi. Pasalnya, walau secara rutin oleh UPTD LH setempat melakukan pengangkutan sampah liar tersebut, namun tetap saja oknum warga dan oknum pedagang masih buang sampah sembarang.

Pihak RW 04 bersama lainnya saat ditemui beberapa waktu lalu, mengatakan pihaknya sudah sering menangkap basah oknum warga yang buang sampah disana namun pihaknya tak bisa berbuat banyak karna tak memiliki kewenangan. “Yang buang sampah liar disini bukan warga sini akan tetapi dari luar wilayah, parahnya lagi disaat kita sedang kerja bakti seseorang begitu beraninya buang sampah didepan kita yang sedang gotong rotong bersihkan sampah,” ungkapnya.

Namun begitu, pihak UPTD LH rutin dalam seminggu dua kali melakukan pengangkutan sampah liar di jalan sawo gereja kalamiring. “Tugas saya melakukan pengangkutan sampah-sampah liar diwilayah jatisampurna, tapi kalau mau ada solusi, harus dibuatkan regulasinya bersinergi semua unsur dan SKPD terkait dalam hal ini Kecamatan, Kelurahan maupun Masyarakat yang dibantu oleh penegak perda dan aparat setempat untuk peran aktifnya, entah itu dibentuknya petugas Satgasnya atau lainnya untuk menindak oknum yang buang sampah sembarangan,” ujar Erfan Hikmatullah selaku kepala UPTD LH Kecamatan Jatisampurna.

Sudah bertahun-tahun keberadaan TPS liar yang tepat bersebelahan dengan Pemakaman Hulu Cai atau belakang gereja kalamiring tersebut. Belum lagi keberadaan satgas pamor di tiap RW se kota bekasi yang tak memiliki efek mengenai pengawasannya diwilayah, padahal satgas pamor tersebut berpenghasilan UMR setara TKK yang dibiayai oleh Pemkot Bekasi sendiri.

Padahal ada satgas pamor di tiap RW se kota bekasi, Perwal Bekasi Nomor 65 Tahun 2017 Tentang Deteksi Dini Pelayanan Dasar Masyarakat Melalui Pembentukan Satuan Tugas Pemantauan Dan Monitoring Di Kota Bekasi. Pada perwal tersebut menyebutkan Tugas dan Fungsi satgas pamor di wilayah RW.

Menurut Erfan, walau demikian secara rutin pihak UPTD kebersihan melakukan pembersihan, namun tetap saja karna belum ada penindakan tegas terhadap oknum yang buang sampah sembarang akan tetap seperti itu. “Saya berharap pemerintah dapat membuatkan regulasi yang dapat membuat jera terhadap oknum yang buang sampah sembarangan disana,” terangnya.

Ditempat lainnya, bahkan lokasi TPS liar yang di komersilkan oleh pihak swasta pun di samping jembatan tepi Kali Cikeas Jalan AL RW10 Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, pun belum ditindak bahkan hingga saat ini pun oknum swasta tersebut tak bekerja sama dengan pemerintah setempat supaya masuk WR (Wajib Retribusi) kepada pemerintah.

“Beberapa waktu lalu kita sudah pernah menaruhkan bak sampah selama kurang lebih 7 bulan lamanya namun pihak pengelola TPS swasta di bantaran kali cikeas itu tak mau bayar retribusi, padahal tiap hari kita angkut sampahnya. Pihak UPTD hanya bisa menghimbau, terkait ketegasan semua itu ada di pemangku jabatan wilayah, kita hanya petugas kebersihan bukan petugas penindak penindak pelanggaran perda,” ucap Erfan kepada zonapantau.com. (Yudhi)

banner 468x60

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts