LPPLH-RI Bekasi Dan PENTRI Kembali Menanam Pohon Di Makam Hulu Cai Karanggan

 Berita Terkini, Lingkungan
banner 468x60

BEKASI (Jatisampurna) – Guna melestarikan peninggalan sejarah pada situs budaya terutama diwilayah kota bekasi, Lembaga Perlindungan Pelestarian Lingkungan Hidup Republik Indonesia (LPPLH-RI) Kota Bekasi bersama Relawan Pepen-Tri (PEN-TRI) kembali melakukan penanaman pohon berupa tanaman Jeruk di Situs Makam Sumur Hulu Cai, kampung Karanggan Kulon atau Karanggan Lembur RT03/ RW04 Kelurahan Jatiraden, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Jum’at (5/7/2019).

Menoleh sejarahnya dari cerita tokoh masyarakat setempat, selain situs sumur Hulu Cai yang sudah ada sejak zaman dahulu, area pemakaman tersebut juga terdapat makam tua atau yang di keramatkan oleh masyarakat setempat. Pada bulan maulud/maulid dan bulan tertentu lainnya pengungjung setempat maupun dari luar daerah banyak yang mengunjungi, mulai dari berziarah dengan maksud tertentu atau sekedar berziarah hingga mandi di sumur tua alami berdiameter kubangan lingkar seluas kurang lebih 2 x 2 meter.

Sesepuh Pak Samit Enjong, yang merupakan penjaga Makam Hulu Cai dari keturuan beberapa generasi ini, mengatakan situs sumur hulu cai ini sudah ada sejak dahulu kala. “Sejak zaman kerajaan pun konon dari cerita orangtua dulu sudah ada sumur alam ini,” katanya.

LPPLH-RI Kota Bekasi bersama Relawan PEN-TRI di Lokasi Sumur keramat di area Makam Hulu Cai, Jatisampurna, Kota Bekasi

Didalam area makam hulu cai ini ternyata ada beberapa rumah yang tak lain ditinggali oleh sesepuh Pak Enjong sendiri dan keluarganya, area makam tersebut di apit lintasan dua jalan diantaranya Jalan Sawo Raya dan Jalan Surabaya. Akan tetapi, sesepuh ini juga berharap ke pemerintah setempat agar ada solusi untuk mengatasi lokasi sampah liar yang kebetulan berada di jalan sawo raya berdampingan dengan area Makam tersebut.

Selain itu, masih kata sesepuh Pak Enjong, di makam ini ada beberapa makam yang sudah ada sejak dahulu. “Pada kunjungan temen-temen LPPLH-RI oleh ketua Achyar dan Relawan PENTRI oleh Wawan Kurniawan untuk melakukan penanaman pohon disini, saya mewakili keluarga lainnya ucapkan terima kasih yang mendalam, karna dari temen ini para pemuda milenial masih ada yang peduli terhadap kelestarian alam dan budaya sejarah daerah,” ungkapnya.

Ketua Lembaga Perlindungan Pelestarian Lingkungan Hidup Republik Indonesia (LPPLH-RI) Kota Bekasi, Achyar Bachtiar, dalam kunjungan penanaman pohon di makam hulu cai ini, juga mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu program yang di utamakan.

“Kami bersama relawan Pentri sedang menggalakan penanaman pohon, kita hidup berdampingan dengan alam. Sudah seharusnya kita juga harus dapat menjaga alam dengan baik, jika alamnya rusak maka kewajiban manusianya yang harus memperbaikinya,” ujarnya.

Menurut Achyar, dalam konservasi alam terutama di kota bekasi, sebagian besar kerusakan alam terjadi karna ulah oknum manusianya sendiri. “Seperti banyaknya lokasi sampah liar hingga mengotori aliran sungai dengan sampah-sampah, dan minimnya Ruang Tata Hijau (RTH) terutama di area perumahan atau cluster, karna tak lain disebabkan oleh egois manusianya,” ucapnya.

“Alam butuh keseimbangan, kita berharap juga kepada pemerintah untuk dapat mencontohkan kepada masyarakat lainnya, agar pemerintah setempat dapat membuat program penanaman pohon (satu pohon satu pegawai). Kan pegawai di pemkot bekasi sendiri jumlahnya ada ribuan, bayangkan jika program tersebut berjalan, sehingga diwaktu lima tahun kedepan hasilnya, sebab alam ini tak lain untuk anak cucu kita sendiri,” pungkasnya. (Yudhi)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts