banner 468x60

LPPLH-RI Berharap Pemkot Bekasi Dapat Serius Dengan Peninggalan Sejarah

 Berita Terkini, Nasional

BEKASI (Jatisampurna) – Melalui kecintaannya terhadap lingkungan hidup dan Budaya Nusantara, Lembaga Perlindungan Pelestarian Lingkungan Hidup Republik Indonesia (LPPLH-RI) melakukan giat penanaman Pohon di area situs budaya peninggalan sejarah Batu Tumbuh di RW 08 Kelurahan Jati Raden, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Jum’at (21/6/2019).

Giat penanaman pohon berbagai jenis buah jeruk ini juga dihadiri oleh relawan PEN-TRI sub Kecamatan Jatisampurna. Selain itu, dalam proses penanaman itu juga disaksikan oleh ketua RT maupun tokoh masyarakat setempat.

Relawan PEN-TRI korhan Jatirangga ikut membantu menanam pohon

Situs budaya Batu Tumbuh tersebut menurut penuturan Ketua RT maupun warga sekitar merupakan peninggalan sejarah era Pangeran Rangga yang merupakan keturunan dari Raja Padjajaran.

“Menurut cerita, batu tumbuh tersebut di letakkan oleh Pangeran Rangga sendiri untuk menandakan batas antara wilayah kekuasaan kerajaan Padjajaran dengan Jayakarta, namun seiring waktu batu tersebut meninggi atau bertumbuh dengan sendirinya seperti tanaman,” terang Ahyar Bachtiar, selaku ketua LPPLH-RI Kota Bekasi.

Ketua LPPLH-RI, Ahyar Bachtiar saat berkunjung ke situs Batu Tumbuh di Jatiraden, Jatisampura, Kota Bekasi

Selain itu, masih kata Ahyar, pihaknya LPPLH-RI kota bekasi bersama unsur masyarakat setempat dan unsur organisasi maupun relawan lainnya akan mendorong dan meminta kepada pemerintah agar situs budaya batu tumbuh dijadikan cagar budaya asli daerah kota bekasi sendiri yang di akui. “Kita akan dorong itu semua, saat ini kita sedang menyiapkan berkas-berkas pengajuan dan sebagainya yang diperlukan untuk itu semua, sekaligus nanti kita akan melakukan audiensi kepada pemerintah setempat,” ujarnya.

“Kita berharap, terkait budaya peninggalan leluhur ini menjadi pengetahuan terhadap generasi muda milenial, terutama pada generasi masyarakat kota bekasi sendiri. Karna daerah ini (kota bekasi) sungguh memiliki banyak peninggalan sejarah yang masih belum diketahui masyarakat luas maupun perhatiannya dari pemerintah setempat,” imbuhnya.

Menurutnya, masyarakat kota bekasi melalui peran pemerintah setempat sendiri, perlu diberikan pengetahuan terhadap kearifan lokal daerahnya sendiri.

“Sebab, kearifan lokal itu bukan saja menyangkut segi sosial, bahasa masyarakatnya saja, akan tetapi juga terkait budaya peninggalan sejarahnya,” tutur Ahyar. (Yudhi)

banner 468x60

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts