LPPLH-RI Singgung Pemerintah Kali Cakung Jatiasih Dipenuhi Sampah Liar

 Berita Terkini
banner 468x60

BEKASI (Jatiasih) – Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar nampaknya masih banyak di beberapa titik wilayah kota bekasi yang belum tertangani baik dinas terkait maupun SKPD wilayah setempat Kecamatan dan Kelurahan. Seperti TPS liar yang berada di bantaran kali cakung Jalan Bagol Kecamatan Jatiasih yang tanahnya milik dari perusahaan atasnama PT. PMU.

Keberadaan sampah liar dibantaran kali cakung jalan bagol jatiasih tersebut menurut keterangan warga sudah sekitar belasan tahun lamanya belum ada tindakan konkrit dari pemerintah setempat.

Walau demikian, belum lama relawan PEN-TRI bersama anak Pramuka binaan Al-Madaad melakukan konservasi dilingkungan bantar kali cakung tersebut dengan melakukan pembersihan maupun penanaman pohon, namun tetap saja banyak oknum yang buang sampah sembarangan di kali itu, padahal oleh relawan dan anak pramuka, bantar kali cakung jalan bagol tersebut sedang di tata untuk dijadikan tempat wisata tempat wisata lokal.

Oleh Relawan dan anak Pramuka, bantar kali tersebut ditata dan di perbagus dengan mengecat jembatan kali maupun tebing batu tanggul bantar kalinya.

Terlihat anak-anak pramuka Al-Madaad, yang ikut dalam pembersihan sampah maupun pemotongan rumput liar dilokasi kali cakung jalan bagol. Mereka (anak pramuka.red) pun juga prihatin yang sebelumnya mereka bersama relawan lainnya untuk pembenahan bantar kali cakung supaya asri kini semakin kumuh karna sampah liar.

Sekjend Lembaga Perlindungan Pelestarian Lingkungan Hidup Republik Indonesia (LPPLH-RI), Maman Warman, dilokasi kali cakung saat ditanya mengatakan miris melihat kondisi lingkungan hidup di kota bekasi yang belum maksimal dilakukan pemerintah setempat dibidang sampah, Sabtu (15/6/2019).

“Lihat kondisi kali cakung terutama di jalan bagol jatisari jatiasih ini, TPS liarnya sudah semakin mengkhawatirkan. Banyak oknum yang buang sampah sembarang disini hingga dibuang ke bawah jembatan kali cakung,” ujar Maman.

Menurut Maman, seharusnya pemerintah setempat atau juga perusahaan melakukan pemagaran dilokasi TPS liar itu agar oknum tak bisa buang sampah sembarangan. “Minimal pemerintah bisa bergerak atau berkordinasi intruksikan pemilik tanah dapat membenahi lokasinya, sebab banyak pengendara yang melintasi jalan itu karna memang jalan umum,” terangnya.

“Pemerintah Jangan tunggu aduan persoalan terlebuh dahulu baru bergerak, penangan terkait sampah bicara harus lebih serius menanggapinya secara intens. Jangan bergerak sekali lalu stak diam kembali,” cetus Maman.

Terkait program Bank Sampah yang di gencarkan pemerintah kota bekasi tahun lalu, menurut Maman, seharus diseriuskan secara berkala. “Kalau bank sampah di tiap RW berjalan, kan sudah pasti berkurang oknum masyarakat yang buang sampah sembarangan,” ucapnya.

“Tapi kenyataannya bisa dilihat sekarang ini, sepertinya adem banget ga kedengeran lagi gerakan program bank sampah di kota bekasi. Banyak aduan warga tentang program itu adalah terkait persoalan tempat lokasi buat menaruh sampahnya, tapi kan pemerintah bisa mencari lokasi tanah fasos-fasum, berarti di perumahan pun pasti juga bisa ditempatkan bak truk sampah untuk TPS nya karna ada tanah fasos fasum,” pungkasnya. (*)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts