Wali Kota Bekasi Terbitkan Sejuta Kartu Sehat

 Berita Terkini, Kesehatan
banner 468x60
Wali Kota Bekasi, Dr. H. Rahmat Effendi.

ZONA BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi, hingga awal April 2019 telah menerbitkan sebanyak 999.800/1.000.000 Kartu Sehat berbasis NIK yang kepesertaannya dibiayai dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah.

“Dari integrasi PB (penerima bantuan) KS-NIK Kota Bekasi sampai bulan April sebanyak 999.800/1.000.000 peserta,” kata Wali Kota Bekasi, Dr. H. Rahmat Effendi saat berbincang dengan Zona Pantau, Sabtu (13/4/2019)

Menurut dia, pembiayaan peserta KS-NIK dari APBD ini merupakan bagian dari program Universal Health Covered (UHC) Kota Bekasi.

Rahmat Effendi menjelaskan, UHC merupakan sistem penjaminan kesehatan yang memastikan setiap warga dalam populasi memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu dengan biaya terjangkau dengan prinsip kesamaan akses pelayanan.

“Kemudian kualitas yang baik dan terus meningkat bagi peserta, memastikan bahwa biaya pelayanan kesehatan yang digunakan tidak membuat masyarakat dalam kerugian keuangan, akses pelayanan kesehatan yang adil serta perlindungan risiko finansial,” jelasnya.

Dikatakannya, KS-NIK merupakan suatu wujud komitmen pemerintah untuk membantu masyarakat dalam hal pembiayaan.

“Namun demikian, kami menyadari bahwa program tersebut mempunyai keterbatasan, untuk itu kami pemerintah kota (Pemkot) Bekasi terus berkomitmen mewujudkan peningkatan pelayanan kesehatan yang merata dan berkesinambungan,” tegasnya.

Komitmen tersebut, lanjut Rahmat Effendi, dengan penambahan penerima KS-NIK secara bertahap. Itu sebagai bukti bahwa dirinya peduli dalam rangka penanggulangan pengentasan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.

“Kami menyadari bahwa APBD Kota Bekasi itu terbatas, namun ke depan kami akan terus mengupayakan bagi masyarakat agar nantinya seluruh masyarakat Kota Bekasi yang kurang mampu dapat keluar dari masalah kesehatan yang ada,” tandasnya.

Rahmat Effendi kemudian berpesan kepada penerima KS-NIK untuk menyimpan agar bisa digunakan apabila sewaktu-waktu sakit untuk berobat gratis, karena iuran kartu tersebut telah dibiayai pemerintah daerah.

“Namun saya tetap mengajak kepada kita semua agar terus menjalankan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari, kita atur pola makan dan tetap melakukan aktifitas fisik agar tetap sehat,” pungkasnya. (GUN)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts