Bencana Longsor Ancam Warga Karna Pertambang Batu Di Sukamakmur

 Berita Terkini, Lingkungan, Nasional
banner 468x60

BOGOR (Sukamakmur) – Kecamatan Sukamakmur merupakan salahsatu tempat yang banyak lokasi wisata di wilayah timur Kabupaten Bogor, masih banyak potensi yang perlu dimaksimalkan. Namun ironis, wilayah yang menjadi ikon wisata daerah Tegar Beriman tersebut masih ada tangan kotor dari oknum pengusaha yang merusak alam dengan pertambangan batu yang menggerus lahan gunung disana.

Salah satunya adalah pertambangan batu di Gunung Hanjawong Kp.Cikeruh Desa Sukamulya, Kecamatan Sukamakmur, terlihat alam bukit kaki gunung itu yang rusak oleh oknum pengusaha penambang disana. Tak sedikit warga sekitar yang mengeluhkan terkait resiko bencana kemudian harinya yang ditimbulkan, namun mereka (warga) tersebut seperti takut dan bingung mau mengadu kesiapa lagi.

Selain itu, menurut beberapa pengakuan warga sekitar aktifitas pertambangan batu gunung disana, selain sekian lama jalan desa rusak karna dilintasi oleh armada truk. Pihak pertambangan pun tak memberikan Kompensasi atau CSR kepada warga sekitar.

“Lebih dari 10 tahun sekitar sejak tahun 2005 silam tambang batu disini, tapi belum ada perbaikan jalan desa yang mereka (pihak tambang) rusak, maupun pemberian kompensasi ke warga disini oleh pihak pengusaha itu. Yah, kita mah cuma bisa kesal di dalam hati saja,” ujar EN seorang kepala rumah tangga warga setempat, Sabtu (30/3/2019).

Diketahui, sebelum ada oknum pengusaha tambang batu yang melakukan eksploitasi alam secara besar-besaran tersebut, sebagian usaha warga setempat adalah pemecah batu yang di jual pada skala kecil. Namun, dengan adanya perusahaan tambang tersebut, perubahan bentuk alam di gunung tersebut begitu cepat berubah dan rawan bencana longsor.

“Sebelum ada perusahaan tambang batu disana, kita sudah lebih dulu menjadi pemecah batu skala kecil pencaharian warga setempat. Namun yang paling penting adalah, jangan bahayakan nyawa kami karna perusakan alam secara besar oleh tangan manusia sendiri yang dapat menimbulkan bencana di kemudian harinya,” ungkap EN sambil berharap ada tindak lanjut dari pemerintah dan aparat setempat. (Yudhi)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts