Perkembangan Digital, Financial Technology Fokuskan Di Daerah Pelosok Indonesia

 Berita Terkini, Nasional
banner 468x60
Kanan: Rektor Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Profesor Syamsu Rizal

NASIONAL (zonapantau.com) – Teknologi Keuangan atau Financial Technology (fintech) diperkirakan akan terus berkembang di Indonesia, termasuk di Aceh. Dengan demikian ke depan semua transaksi dan pengelolaan keuangan akan menggunakan sistem teknologi.

Hal itu disampaikan oleh Rektor Universitas Syiah Kuala, Profesor Syamsu Rizal, Jum’at (22/3/2019), usai mengisi materi kepada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh di kampus setempat.

“Ada beberapa finansial technology diseluruh indonesia yang sudah ada ijin dari OJK dan juga BI. Artinya perkambangannya sudah mulai meningkat di indonesia, itu tak terlepas dari kemudahan dengan adanya teknologi di era digital seperti ini dalam hal ini manusia dalam bertransaksi ingin kemudahaan dan aman,” jelas Prof. Syamsu Rizal, kepada awak media.

Sehingga, kata Syamsu Rizal, ia mengajak mahasiswa supaya menguasai teknologi, meski apapun profesi yang dijalaninya nanti. Karena kedepan semua sistem keuangan, baik transaksi maupun pengelolaan dana akan berbasis teknologi, salah satunya adalah Financial Technology (Fintech).

“Teknologi keuangan atau fintech itu biasanya berupa aplikasi/platform yang dapat menghubungkan antara peminjam dengan investor. Sehingga semua transaksi bisnis dapat dilakukan melalui teknologi tersebut, tanpa harus ada tatap wajah,” kata Syamsu Rizal.

Ia melihat potensi pemanfaatan fintech dalam jasa keuangan ini sangat besar, karena saat ini pengguna masih sedikit. Kedepan pelaku jasa keuangan dapat menyasar masyarakat kelas bawah supaya dapat menggunakan dan beradaptasi dengan sistem fintech.

“Sekarang untuk Indonesia perkembangan fintech sudah sangat pesat, terutama di kota besar. Namun untuk daerah-daerah harus terus ditumbuh dengan terus menggerakkan masyarakat untuk menggunakan Fintech,” ujar Syamsu Rizal.

Namun, menurut rektor itu berharap pemahaman mengenai transaksi melalui digital ini dapat menyasar kepada masyarakat kalangan bawah. “Terutama kepada masyarakat di wilayah pedalaman, mungkin sosialisasinya yang perlu dilakukan selain di perkotaan, terutama di Aceh hingga pelosok pedalaman,” tuturnya.

Selain itu, Syamsu Rizal juga menambahkan, bahwa dalam keuangan syariah, Aceh masih terus berpotensi untuk berkembang. Sebab Aceh merupakan daerah dengan syariat islam dan di dominasi oleh masyarakat muslim. Ke depan semua pihak harus membangun semangat dalam diri masyarakat Aceh untuk beralih ke keuangan syariah.

“Kemudian pihak perbankan harus berpihak kepada masyarakat kecil atau ke sektor produktif, bukan hanya menyasar debitur yang konsumtif. Sebab kemajuan teknologi di era sekarang ini sudah menjadi hal yang harus diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat lainnya,” pungkasnya.

Memang, masih kata Syamsu, saat ini pengguna fintech ini belum mencapai 10 persen dari total jumlah penduduk indonesia. “Itu perlu dilakukan melalui sosialisasi ke masyarakatnya, kalau dulu kan kita hanya tahu tentang literasi orang membaca, namun sekarang literasi yang harus dilakukan adalah literasi terhadap teknologi, literasi terhadap Big Data,” pungkasnya.

Selanjutnya, Syamsu menambahkan, sama halnya dengan finansial teknologi ini. “Kita harus literasi fintech ini hingga ke daerah dan desa-desa, percepatannya bisa dilakukan melalui sosialisasi, sebab lebih dari 80 juta masyarakat indonesia telah menggunakan gadget smartphone,” terangnya. (Yudhi)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts