Buka Tutup Galian Di Botim, Bupati Bogor: Kita Akan Selidiki Oknum Yang Bekingi

 Berita Terkini, Lingkungan, Pemerintahan
banner 468x60
Bupati Bogor Ade Yasin, saat memberikan jawaban di acara Boling Kecamatan Cariu

BOGOR (zonapantau.com) – Dalam kegiatan rutin program 100 hari kerja, Bupati Bogor Ade Yasin yang didampingi oleh Wakil Bupati Iwan Setiawan, bersama para OPD atau SKPD Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, mengunjungi Kecamatan Cariu, dalam rangka Rebo Keliling (Boling), Rabu (13/3/2019), di Resi Gudang padi yang berada di Desa Cariu.

Pada acara silaturahmi dengan warga setempat sesi tanya jawab, di singgung terkait maraknya galian liar diwilayah Bogor Timur (Botim) ini khususnya di Cariu, Tanjungsari dan Jonggol, Bupati Bogor Ade Yasin, yang ditanya oleh audiens seorang kepala desa, menegaskan secara tegas akan menutup semua galian disini yang secara jelas telah mengganggu ketertiban umum.

Ketua Panguyuban Kepala Desa se Kecamatan Cariu, Ahmad Suryadi sebagai Kades Cariu ini menjadi wakil untuk mempertanyakan ke bupati Ade Yasin tentang langkah yang harus diambil, soal galian liar penambangan tanah yang telah meresahkan masyarakat maupun pengguna jalan.

Terpisah usai acara, Kades Cariu Ahmad Suryadi, kepada zonapantau.com mengatakan, kalau pun tak bisa ditutup karna sudah memiliki izinnya tapi harus ada solusinya. “Minimal harus ada solusinya dong terkait yang mengganggu ketertiban umum dan masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Selain itu, masih kata Suryadi, banyak persoalan yang ditimbulkan oleh aktifitas di lokasi galian itu. “Pemda harus mengawasi kendaraan beratnya yang melintas di jalan provinsi ini apa berat tonase kendaraan sesuai ketentuan tidak, sebab banyak kendaraan berat melebihi ketentuan beratnya yang melintas sehingga jalan raya ini rusak bergelombang yang membahayakan pengguna jalan,” bebernya.

Ade Yasin menjawab, dirinya intruksikan SKPD terkait untuk menindak dan menyelesaikan keberadaan tambang galian liar yang berada di Cariu ini, bila membandel, pihaknya akan tindak secara tegas. “Apabila memang ada oknum pejabat maupun aparat yang membekingi galian tersebut, kami akan selesaikan sampai tuntas, karna persoalan tersebut demi untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.

“Tadi yang disampaikan oleh Pak Kades soal galian pertambangan ini kita sudah intruksikan ke satpol pp untuk mengecek ke lokasi yang dimaksud. Galian yang mengganggu ketertiban biasanya ilegal, kalau telah mengganggu ketertiban dan mengganggu masyarakat, kita akan rekomendasikan untuk di tutup, dan untuk Satpol kecamatan bisa menindak tapi harus melaporkan resmi dulu ke pemda karna untuk eksekusinya ada di pemda,” pungkas Ade Yasin didepan awak media.

Selain itu, masih kata Bupati Ade Yasin, kalau galian tersebut sempat di tutup tapi beroperasi lagi berarti ada oknum yang mengijinkan. “Oleh karna itu kita intruksikan anak buah untuk melacaknya, nanti akan ketahuan siapa oknum yang backup atau bekingi, entah itu masyarakat atau aparat maupun aparatur,” imbuhnya.

“Sebab wilayah timur ini banyak lokasi wisata seperti curug dan lokasi yang bagus untuk dijadikan spot selfi, karna potensi ini wilayah timur juga harus jadi ikon wisata kabupaten bogor ini. Mangkanya kita dorong para kades untuk maksimalkan potensi ini dan membuat Bumdes agar wisatanya di kelola oleh Bumdes,” tambahnya. (Yudhi)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts