Satpol PP Tutup Empat Lokasi Galian Cariu Tapi Masih Terlihat Alat Berat

 Berita Terkini
banner 468x60

BOGOR (zonapantau.com) – Empat lokasi galian C atau galian tanah di dua desa di Desa Cibatu Tiga dan Desa Bantarkuning wilayah Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, sudaj ditutup oleh Satpol PP Kabupaten Bogor beberapa hari lalu. Penindakan yang dilakukan oleh penegak perda pemkab bogor tersebut sekitar hari Kamis (7/3/2019) kemarin, lantaran telah mengganggu ketertiban umum terutama ganggu pengendara yang melintas di Jalan Raya Cariu.

Kendati demikian, walaupun di lokasi galian cariu sudah tak beroperasi tersebut, tapi di dalam lokasi masih terlihat beberapa alat berat disana seperti Beco/ Excavator dan sejumlah kendaraan truk yang terparkir.

“Penutupan galian disini mudah-mudahan bukan hanya sementara saja kang, pasalnya dulu pernah beberapa kali setelah disidak pemerintah tutup, tapi tak lama buka lagi. Jangan sampai tutupnya empat lokasi galian tersebut hanya karna rabu besok mau ada boling kunjungan bupati,” cetus salahsatu warga Cariu (SR) yang ingin namanya dirahasiakan ini.

Menurut SR, dirinya berharap satpol pp khususnya di kecamatan melanjutkan penindakan satpol pp dari cibinong yang sudah menutup empat lokasi galian bermasalah itu dengan melakukan pengawasannya. “Dalam hal ini pengawasan yang dilakukan pihak kecamatan adalah agar ke empat lokasi galian tersebut tak beroperasi kembali,” ujarnya.

“Tapi kenapa ya, jika sudah ditutup masih terlihat kendaraan berat didalam lokasi galian tersebut seperti Truk Tronton dan Excavator atau Beco. Bukannya kalau sudah ditutup, berarti kendaraan maupun alat beratnya di pindahkan atau sudah tak boleh ada dilokasi,” imbuhnya sembari terheran.

Saat hendak di konfirmasi, Camat Cariu sedang tidak ada di kantor kecamatan dikarnakan sedang ada kegiatan musrenbang tingkat Kabupaten Bogor di Cibinong.

Masih disepanjang jalan raya cariu, tepatnya di Jembatan Cipamingkis batas wilayah jonggol – cariu terlihat sambungan jembatan yang sudah berlubang. Padahal, jembatan tersebut belum lama di resmikan pada Desember 2017 silam oleh Gubernur Jabar.

Penuturan warga setempat di duga rusaknya jembatan tersebut diakibatkan oleh lalu lalang kendaraan berat truk tronton membawa material tanah dari arah Tanjungsari dan Cariu dalam setahun terakhir ini. Padahal, jelas di jembatan cipamingkis jalan provinsi kelas tiga tersebut terpampang plang batasan berat tonase 8 ton untuk kendaraan yang melintas. (Yudhi)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts