banner 468x60

Kades Cicadas Dan Warga Undang Pihak Perusahaan Untuk Bantu Perbaikan Jalan Rusak

 Berita Terkini

BOGOR (zonapantau.com) – Para pihak Perusahaan yang masuk wilayah Desa Cicadas di undang pada rapat bersama musyawarah untuk perbaikan jalan rusak di Jalan Raya Mercedes Benz yang masuk wilayahnya, kecamatan gunungputri, kabupaten bogor, di aula kantor desa setempat, Rabu (6/3/2019). Panjang jalan yang mengalami kerusakan tersebut kurang lebih sepanjang 1 kilometer.

Inisiatif mempertemukan paguyuban masyarakat dengan para pihak perusahan tersebut di inisiator oleh Kepala Desa (Kades) Cicadas sendiri bersama kelompok masyarakat setempat untuk mengumpulkan perusahaan-perusahaan yang ada di cicadas duduk bersama mencari solusi terkait jalan rusak diwilayahnya.

Dan dalam pelaksanaan perbaikan jalan rusak itu sudah dibentuk bersama seluruh elemen kepanitiannya. Kemudian untuk pelaksanaan pihak kontraktor yang mengerjakan perbaikan jalan rusak dari warga cicadas sendiri.

Dengan begitu, sudah dua tahun terakhir ini sejak 2013 silam perbaikan setengah panjang jalan mercedes, pemkab bogor belum lagi terlihat melakukan pemeliharaan atau perawatan pada jalan mercedes tersebut, karna baru tahun 2019 ini rencananya pemkab akan realisasi betonisasi di juli mendatang.

Itu menjadi tamparan keras bagi pemkab sendiri karna memang Gunungputri menjadi salah satu penghasil PAD terbesar se kabupaten bogor, karna selama dua tahun itu pihak perusahaan melalui usulan elemen masyarakat setempatlah yang melakukan tambal sulam jalan berlubang di jalur itu yang sifatnya sementara.

Kepala Desa Cicadas, Abas Baesuni, mengatakan anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan jalan rusak itu setelah di hitung sebanyak kurang lebih 200 jutaan. “Sudah dihitung pagu anggaran yang akan diperlukan untuk proses hotmix atau pengaspalan, karna itu sifatnya sementara hingga Juli mendatang turunnya realisasi betonisasi dari pemkab bogor,” ungkapnya.

Masih kata Kades Abas, terkait jumlah perusahaan yang masih produktif dan masuk dalam penetapan pihak yang ikut sumbangsih pendanaan perbaikan jalan rusak itu sebanyak 70 perusahaan. Dan perusahaan itu masuk klasifikasi dibagi kategori besaran sumbangsihnya yang ditetapkan secara musyawarah.

“Untuk perusahaan kelas satu sebesar 3 juta, kelas dua 2,5 juta, dan kelas tiga 1,5 juta. Kalau di total belum mencapai RAB nya yang sebesar 200 juta, oleh karena itu sisanya ada dari desa 5 juta dan lainnya dari pihak ketiga,” terang Kades Abas kepada zonapantau.com

Jika di kalkulasikan anggaran swadaya dari 70 perusahaan tersebut belum mencapai pagu anggaran perbaikan yang sebesar 200 juta, masih minus sekitar 27 juta. Oleh karen itu, pihak desa mengusahakan mencari tambahan lainnya dari pihak ketiga. “Kalau jumlah total perusahaan yang aktif sekitar 93 perusahaan namun hanya 70 perusahaan yang produktif, yang lainnya perusahaan kelas bawah,” imbuhnya.

Selain itu, Anggota DPRD Dapil II Kabupaten Bogor, Adi Suwardi, yang juga hadir pada musyawarah bersama itu di kantor desa cicadas, dirinya mengapresiasi langkah seluruh elemen masyarakat Cicadas menyuarakan keluhan warga dan pengguna jalan itu. “Apresiasi itu saya tujukan kepada masyarakat dan kades setempat yang dapat mengumpulkan para pihak perusahaan diwilayah duduk bersama mencari solusi untuk perbaikan sementara terhadap jalan rusak disini,” katanya.

“Pada 2015 dan 2016 kemarin pernah saya sampaikan ke pemkab bogor untuk adakan pemeliharaan untuk sepanjang jalan mercedez ini. Saya protes karna tak dilaksanakan oleh pemerintah setempat, padahal ada anggarannya tapi alasannya tidak ada,” bebernya.

Anggota DPRD yang juga politisi Partai Gerindra ini, juga mengatakan bagaimana yang menjadi ketentuan Pemerintah Daerah setempat terkait infrastruktur jalan menjadi beberapa kelas seperti Jalan Nasional, Provinsi, Jalan Kabupaten, dan itu pun masih terbagi kelas jalannya untuk batasan berat tonase muat kendaraannya. “Ada klasifikasi kelas jalannya disetiap titik jalur kendaraan, yang saya tahu data dari pemerintah setempat untuk sepanjang Jalan Mercedez sendiri masuk kategori jalan kelas III atau berat tonase kendaraannya hanya dibawah 10 ton,” katanya.

Namun dilapangan yang terjadi secara kasat mata pun, masih banyak jenis-jenis kendaraan yang melintasi jalan mercedez tersebut berat tonasenya melebihi 10 ton. “Menurut saya, harus menjadi catatan dari pemkab sendiri kedepannya mengenai pengawasan dan mendata berat kendaraan muat barang dan lainnya yang melintasi jalan mercedez,” pungkasnya.

Lanjut Adi, walau infonya betonisasi jalan mercedez ini dilakukan oleh pemerintah terealiasi pada Juli mendatang, pihaknya akan terus mengawal di pemkab, terkait jalan rusak itu nanti akan diusulkan kembali di rapat paripurna mendatang. “Akan saya sampaikan ke pemerintah setempat, intinya tetap akan saya kawal,” ungkapnya. (Yudhi)

banner 468x60

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts