Masih Ada? Lokalisasi Di Jalan Narogong Cileungsi Dikecam Masyarakat

 Berita Terkini, Nasional
banner 468x60

BOGOR (zonapantau.com) – Sudah tidak menjadi rahasia umum lagi bagi semua kalangan mulai dari kalangan masyarakat hingga pemerintahan dan aparat setempat diwilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor. Tepatnya di gang Anggrek Desa Limusnunggal yang menjadi tempat hijrah para pria hidung belang bersenang-senang maupun menyalurkan hasrat birahinya di tempat maksiat.

Sungguh miris memang, kendati lahan tersebut sudah tergusur akibat pembangunan tol yang dikerjakan oleh PT. Waskita Karya, bahwa di lokalisasi Tempat Hiburan Malam (THM) liar di limusnunggal cileungsi itu masih ada yang beroperasi sebanyak 5 sampai 7 tempat cafe atau bar dangdut (bardut), bahkan juga ada rumahan yang dijadikan sebagai sarang prostitusi dan tempat panti pijat.

Belum lama, disaat boling Bupati Bogor ke Kecamatan Cileungsi januari kemarin, banyak warga dan tokoh mengusulkan kepada pemerintah setempat untuk secepatkan bertindak terhadap tempat sarang maksiat tersebut. Salah satunya pihak yang mengusulkan kepada pemerintah tersebut adalah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Cileungsi.

Diketahui, pada (11/2) kemarin sudah ada pembongkaran di lokalisasi tersebut oleh PT. Waskita Karya untuk pembebasan tol. Namun tidak semuanya, karna masih ada warung tempat maksiat tersebut yang beroperasi, tak hanya jenis warung saja tapi juga banyak Panti Pijat liar disekitar wilayah tersebut.

“Pasca boling itu, sempat turun pihak aparat satpol pp ke anggrek, namun tak semuanya kena penertiban. Menurut informasi dari pihak satgas katanya mau ada penertiban lanjutannya lagi,” ujar ustadz Saman Nurhadi selaku pihak MUI Kecamatan Cileungsi.

Dirinya, mengatakan program Nongol Babat (Nobat) jangan sekedar menggemborkan saja. “Nobat harus sepenuhnya dilakukan disemua tempat maksiat, kita berharap bukan Nongol Bersahabat yang dilakukan aparatur setempat,” katanya sambil menyindir kinerja satpol pp.

“Kita berharap ada keseriusan dari pemerintah setempat, karna sudah banyak dan sering kita mengadu ke aparat maupun pemerintah setempat. Alhamdulillah, karna pembebasan tol sudah berkurang jumlahnya, tapi masih ada yg beroperasi, ya kita maunya wilayah kita sepenuhnya bebas dari tempat maksiat,” pungkasnya. (Yudhi)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts