banner 468x60

PJB UP Muara Tawar Kembangkan Produk Budaya Lokal

 Berita Terkini, Serba-Serbi
Pelatihan Teknik Membatik yang diikuti ibu-ibu di Kampung Kebon Kelapa, Desa Segarajaya, Kabupaten Bekasi, Jum’at (22/2/2019).

ZONA BEKASI – Batik adalah identitas budaya Indonesia. UNESCO sendiri secara resmi telah mengakui bahwa batik merupakan warisan budaya sejak 2009 lalu. Namun bukan hanya identitas yang dimiliki secara nasional, secara kedaerahan batik juga menjadi identitas, karena dari Sabang sampai Merauke punya ciri batik masing-masing.

Oleh karena itu, adalah kewajiban warga Indonesia untuk menjaga kelestarian batik.

Sebagai bagian Coorporate Social Responsibolity (CSR) PT. PJB UP Muara Tawar berkomitmen untuk menjadi lebih baik dan menggelar Pelatihan Teknik Membatik di Kampung Kebon Kelapa, Desa Segarajaya, Kabupaten Bekasi. Usut punya usut, ternyata mereka sedang berkumpul bersama mengikuti kegiatan pelatihan membuat produk kerajinan.

Ini merupakan langkah yang diambil oleh PT. PJB UP Muara Tawar untuk meningkatkan daya saing para pengrajin batik di Indonesia. Pelatihan ini diadakan selama 3 hari sejak tanggal 20-22 Februari 2019 dan diikuti oleh 13 warga.

“Ya, di Kampung inilah PT PJB UP Muara Tawar sedang mengembangkan Kampung Batik Betawi sebagai satu destinasi wisata kebudayaan khas Betawi,” ujar General Manajer PT. PJB UP Muara Tawar, Lavi Rumandioko kepada wartawan, Jum’at (22/2/2019).

Sebagai warisan budaya tak benda, batik dianggap memiliki nilai-nilai dan pengetahuan yang melekat di dalamnya, termasuk sejarah, persebaran di seluruh nusantara, dan beragam motif yang menjadikannya sebagai kain peradaban.

Kedalaman rasa, makna, jiwa, cinta, dan harmoni yang ‘tertulis’ dalam batik tulis dianggap sebuah karya seni yang orisinal. Nilai-nilai batik ini yang dianggap sakral dan menjadi akar budaya Indonesia.

“Kali ini, kita mengajak warga khususnya ibu-ibu untuk menjadi produktif dalam memanfaatkan waktu luang, yaitu dengan membuat produk kerajinan batik,” jelasnya.

Selain memberikan pelatihan, PT. PJB UP Muara Tawar juga memberikan sarana prasarana untuk mendukung produksi kerajinan. “Dari kegiatan ini, ibu-ibu dapat memproduksi produk kerajinan seperti dompet, tas jinjing, tas laptop, dan sapu tangan,” bebernya.

Uniknya, pelatihan tersebut menggunakan kain perca dari sisa sisa produksi Batik Betawi. Sehingga kegiatan ini dapat mengubah sampah kain menjadi produk yang bernilai ekonomis.

“Dengan kegiatan ini, kita berharap masyarakat dapat mencintai dan melestarikan budaya lokal, serta meningkatkan perekonomian masyarakat. Sehingga bermanfaat untuk kemajuan lingkungan sekitar,” pungkasnya. (GUN)

banner 468x60
admin

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts