Niat HATI Membangun Kota Bekasi

 Berita Terkini, Pemerintahan
banner 468x60
Wali Kota Bekasi, Dr. H. Rahmat Effendi

ZONA BEKASI – Sebagai seorang yang dari sejak awal mengawal Pembangunan di Kota Bekasi, Wali Kota Bekasi, Dr. H. Rahmat Effendi berkeinginan mengingatkan kepada masyarakat bahwa proses perjalanan lima tahun pembangunan di Kota Bekasi sangat jelas dan berkelanjutan.

Dimana Visi-Misi dalam RPJMD lima tahunan tersebut tergambar bahwa membangun sebuah proses peradaban warga Kota Bekasi melalui pendidikan dan kesehatan, sebagai kebutuhan dasar Sosial Masyarakat Kota Bekasi yang ingin maju dan berkwalitas kehidupannya.

“Visi-Misi tersebut sangat jelas tergambar sejak tahun 2008-2013 Cerdas, Sehat, dan Ihsan, tahun 2013-2018 Maju, Sejahtera dan Ihsan, serta tahun 2018-2023 Cerdas, Kreatif, Maju, Sejahtera dan Ihsan,” kata Politisi Partai Golkar tersebut.

Dikatakannya, tergambarkan dengan jelas dari 2008 sejak Pemkot Bekasi mulai memberikan subsidi daerah ‘Wajib Belajar Sembilan Tahun’ di Kota Bekasi yaitu dengan menggratiskan SDN, SMPN dan memberikan subsidi kepada Sekolah Swasta setiap bulannya adalah bentuk konsekwensi berkelanjutan Program tersebut sejak awal.

Selanjutnya tahun 2012 yaitu sembilan bulan sebelum RPJMD 2008-2013 berakhir di Bulan Juni 2012, Pemkot Bekasi pun mengeluarkan kebijakan berkenaan dengan Layanan kebutuhan dasar Kesehatan Kartu Bekasi Sehat.

“Jauh hari sebelum Pilgub provinsi DKI mengeluarkan Kartu Sehat yang dikeluarkannya sejak itulah Pemkot Bekasi terus berbenah untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan kesehatan di Kota Bekasi,” bebernya.

Maka dari saat itu, lanjut Rahmat Effendi, di Bangunlah RSUD 6 lantai dan mempercepat sarana prasaran lainnya termasuk renovasi gedung lamanya agar Kebutuhan akan tempat tidur rawat dapat terpenuhi. Bahkan tahun selanjutnya, Pemkot Bekasi berkomitmen membangun gedung delapan (8) lantai di Jalan Mayor Oking dan terkahir di akhir periode 2013-2018 terbangun kembali gedung enam lantai dan sekarang.

“Insya Allah gedung tersebut ada gedung A, B, C, D, E dan F,” ucapnya.

Sedangkan untuk gedung krematorium dan parkir akan dibangun pada 2019-2020 menjadi gedung G, dan telah selesai pula 3 RSUD tipe D di Kecamatan Jatisampurna, Pondok Gede, dan Bantar Gebang.

Insya Allah, pada kegiatan HUT Kota Bekasi ke 23 tahun 2019 dapat diresmikan dan dipergunakan secara bertahap sebagai pelengkap kapasitas RSUD tipe B dr Chasbullah A.M,” terangnya.

Kendati sejak tahun 2015 Kartu Bekasi Sehat berbasis jiwa tersebut, masih menggunakan indikator data base BPS yaitu ada 16 item yang harus dipenuhi sebagai bentuk dikeluarkan KBS, dan perjalanan 2016 sampai dengan 2017 berdasarkan kajian dan kebutuhan akan mamfaat kesehatan Warga Masyarakat Kota Bekasi, Pemkot memutuskan dan meningkatkan layanan Kesehatan Kartu Bekasi Sehat menjadi Kartu Sehat Berbasis Nomor Induk Kependudukan (KS-NIK).

Sejalan dengan itu pula sejak 2014 jauh hari sebelum UU 23/2014 tentang pengalihan kewenangan pengelolaan SMAN/SMKN, Pemkot Bekasi telah melaksanakan dua (2) tahun anggaran menggratiskan biaya sekolah tersebut sampai dengan dua belas tahun (12) wajib belajar.

“Walaupun sejak tahun 2017 sampai dengan sekarang sejak pemberlakuan kewenangan pengelolaan SMA/SMK diambil alih Provinsi, maka sejak itu pula warga Kota Bekasi harus menanggung biaya iuran murid langsung bulanan yang kisaran sekarang ada diantara Rp. 300-.400 ribu, karena Provinsi tidak menyediakan subsidi bagi sekolah SMAN/SMKN, dan hanya mendapatkan dana BOS dari Pusat sedangkan Provinsi tidak menganggarkan,” tegasnya.

Sehingga demikian, harapan warga Kota Bekasi mendapatkan kembali biaya pendidikan gratis menjadi sesuatu yang mustahil. “Padahal jika kita lihat potensi penghasilan pajak bagi hasil PKB-BBNKB yang ada si Kota Bekasi sangat luar biasa setiap tahunnya diperkirakan tidak kurang dari Rp. 1,7 trilyun pertahun,” cetusnya.

“Itulah buah perjalanan dari Program yang sangat panjang dengan sebuah impian bahwa pendidikan dan kesehatan menjadi bagian yang sangat penting dan strategis, karena itu semua telah diamanatkan dari para pendiri (Founding Fathers, red) negara ini didalam amanat dari pembukaan UUD 1945 menyatakan memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Jadi disini yang dibangun rakyatnya melalui pendidikan dan kesehatan,” tegasnya.

Menurutnya, jika sekarang masih saja ada orang-orang tertentu yang seolah-olah Program KS-NIK itu dengan berbagai tafsir politik dianggap program politis dan memberatkan beban APBD, maka dapat dilihat dan dibaca bagaimana Pemkot Bekasi berkomitmen terhadap warganya sebagai pembayar pajak terhadap negara. Oleh karena itu, tegas Rahmat Effendi, negara wajib hadir di kehidupan rakyatnya, itulah yang telah dilakukan Pemkot Bekasi.

Rahmat Effendi pun menceritakan pengalamannya sedikit pada tahun 2016-2017 pernah datang Team akreditasi RSUD oleh Kementrian kesehatan dengan Team para Profesor dan para mantan direktur RSCM saat menyampaikan bahwa kapasitas RSUD sudah layak ditingkat menjadi RSUD tipe A, saya menjawab saya setuju ditingkatkan dengan syarat pada sistem dan kualitas pelayannya menjadi kelas layanan tipe A akan tetapi untuk tipe biarlah menjadi RS tipe B.

Alhamdulillah, tidak jadi ditingkatkan DAN tetap tipe B, bahkan sebentar lagi 2019-2020 akan dilengkapi dengan sarana gedung parkir bertingkat enam lantai, dan juga dilengkapi dengan sarana prasarana krematorium karena kebutuhan akan tersebut menjadi sangat prioritas,” imbuhnya.

Lantas apa saja kebutuhan warga Kota Bekasi, apa hanya sebatas pada Pendidikan dan kesehatan, tentunya tidak juga secara bertahap terus membangun sarana prasana pencegahan banjir, dengan melihat tipografi Kabupaten Bojonegoro bahwa DPL-nya sama dengan Kota Bekasi dan berhasil membangun Embung atau Folder.

Maka hasil dari studi banding tersebut Kota Bekasi yang hanya 27 milyar, Diatas Permukaan Laut (DPL) sangat rentan terhadap banjir.

“Kita telah melakukan secara bertahap Pembangunan di beberapa Folder dengan membuat Water Catch (Tangkapan Air) antara lain Folder pengasinan sudah 100 persen, Folder IKIP 90 persen, Folder Perum 3 sudah 50 persen, Folder Galaxy 100 persen, bahkan akan dilengkapi sebagai percontohan limbah komunal,” katanya.

Seraya menambahkan, untuk Folder Kota Baru 50 persen pembangunan, dan Folder Bendung Koja 60 persen, begitu juga pengembangan jalan-jalan arteri dan kolektor. (GUN)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts