HPN Kota Bekasi Bersama Lembaga Segitiga Mas Nuswantoro Wujudkan 1000 Enterpreneur Muda

 Berita Terkini
banner 468x60

ZONA BEKASI – Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Nahdliyyin (HPN) Kota Bekasi bekerjasama dengan Lembaga Segitiga Mas Nuswantoro tandatangani kerjasama Joint Venture Warung Desa Nusantara dengan Singapore dan China. Kerjasama ini ditandatangani oleh Ketua HPN Kota Bekasi H. Agus Suyanto, BVI Singapore Mr. Thomas, dan Mouteral China Mr. Chong Jun Zou di Gedung Graha Kusuma RW 20, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur.

Lembaga Segitiga Mas Nuswantoro merupakan lembaga internasional yang memiliki Underbow Holding di berbagai negara yang sangat peduli menyalurkan Coorporate Sosial Responsibilities (CSR) untuk koperasi dalam rangka membangun ekonomi kerakyatan mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Ketua HPN Kota Bekasi, H. Agus Suyanto mengatakan saat ini Lembaga Segitiga Mas Nuswantoro bersama HPN Kota Bekasi akan mewujudkan 1000 enteprenuer muda se-Kota Bekasi. Nantinya, kata Agus, setiap RW akan mendapatkan pembinaan khusus bagi seorang pemuda yang mempunyai basic bisnis dan usaha serta mempunyai komitmen, karena mereka yang akan menjadi motor penggerak ekonomi disetiap RW tersebut.

“Lembaga Segitiga Mas bersama HPN Kota Bekasi melalui Warung Desa kita akan adakan pelatihan-pelatihan yang terdekat yakni bimbingan teknis bagaimana menjadi enterpreneur yang sukses,” kata Agus dalam Konferensi Persnya, Sabtu (12/1/2019).

Perusahaan China dan Singapore yang baru melakukan penandatanganan Joint Venture merupakan badan usaha dibawah Segitiga Mas Nuswantoro. Tak hanya itu saja, kata Agus, banyak badan usaha lain yang tersebar di berbagai negara seperti Jepang, Korea, Rusia, Amerika dan Eropa yang rata-rata Meraka adalah Coorporate-coorporate besar.

“Mekanisme kerjasamanya dengan kita tentu ada beberapa skema, dari sekian banyak Coorporate-coorporate itu ada yang bergerak murni bisnis, dan ada yang semi bisnis yang mana profit itu tidak menjadi ukuran, namun lebih kepada pemberdayaan berbeda dengan holding yang selalu profit oriented,” bebernya.

Selain itu, lanjut Agus, ada juga Coorporate-coorporate yang bergerak di bidang sosial seperti yayasan, usaha-usaha yang tidak memiliki permodalan serta bantuan yang bersifat hibah. “Nah, yang sedang kita bangun ini adalah koperasi, karena koperasi kita ketahui sendiri adalah soko gurunya ekonomi, dan ini tidak ada mengarah kepada kapitalis. Koperasi sendiri berasal dari kita, oleh kita, dan kembali lagi kepada kita,” katanya.

Sehingga dengan demikian, koperasi inilah yang akan menjadi prioritas 1000 enterpreneur disetiap wilayahnya, dan dalam jangka waktu 2 bulan kedepan HPN & Segitiga Mas Nuswantoro mentargetkan semua koperasi harus terbentuk. “Enterpreneurnya sendiri kita fasilitasi usaha, agar supaya mereka yang mempunyai potensi dan tidak tergali karena terbentur oleh permodalan dapat terfasilitasi. Nah, disini kita fasilitasi permodalan bersama-sama warung desa,” ungkapnya.

Menurutnya, HPN Kota Bekasi sendiri tidak memberikan permodalan dalam bentuk fresh money, melainkan dalam bentuk komoditas. Dikarenakan mereka sebagai enteprenur pemula dan belum mempunyai skill yg memafai, maka warung desa akan memberikan paket-paket komoditi seperti paket dapur dan paket sumur.

“Paket dapur sendiri urusannya dengan sembako, kalau paket sumur itu pembersih, deterjen dan lainnya. Setiap enterpreneur nantinya akan kita berikan 50 paket, sehingga jika ada 1000 RW maka 50.000 paket harus kita siapkan,” imbuhnya.

Sedangkan untuk harga sendiri, sambung Agus, hampir mirip dengan operasi pasar karena harga yang diberikan warung desa dibawah harga pasar. “Nah, sehingga dengan 50 paket disetiap RW setidaknya bisa meringankan warga di RW tersebut, guna mendapatkan harga yang lebih murah, didampingi oleh enterpreneur-enterpreneur muda sebagai pengelola dan pelaksanaannya ada profit yang bisa dia dapatkan,” jelasnya.

Dengan demikian, profit yang mereka dapatkan akan membuat mereka lebih berkembang, dari 50 paket yang diberikan dalam dua hari habis, dan apabila mereka meminta tambahan kuota dari situ warung desa akan menambahkan sejauh mereka bisa mendistribusikan.

“Warung desa yang sudah aktif ada sekitar 70 lebih, tapi yang akan kita kembangkan lebih masif enterpreneurnya di setiap RW, karena mereka ini akan menjadi motor penggerak berdirinya koperasi di lingkungannya,” cetusnya.

Seraya menambahkan mereka yang sudah difasilitasi dengan komoditas, meraka juga bisa merekrut siapa yang pantas duduk didalam kepengurusan koperasi dan siapa juga yang bisa menjadi anggotanya berdasarkan kesepakatan anggotanya.

Meskipun usaha ini dimotori oleh kader-kader NU atau lembaga Banom yang berada dibawah NU, dirinya mengaku tidak akan membatasi keikutsertaan masyarakat luar. Pasalnya, ini untuk kemakmuran Rakyat Indonesia dan tidak terbatas pada suku, ras, agama dan golongan. “Kita juga tidak akan mengkotak-kotakkan anak bangsa,” pungkasnya

Sekedar diketahui, dalam acara Raker dan Penandatanganan MoU tersebut dihadiri pula Ketua umum Lembaga Segitiga Mas Nuswantoro Imam Sugiarto yang juga sebagai Caleg DPRD Propinsi Jawa Barat Dapil Bekasi dan Depok dari Partai Hanura, Wakil Wali Kota Bekasi, PCNU Kota Bekasi KH. Madinah, Ketua ISNU Kota Bekasi Alit Jamaludin yang juga Caleg DPRD Kota Bekasi Dapil 1 dari PKB, Ketua PMII Kota Bekasi Khusnul dan lainnya. (GUN)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts