Lunas Pajak, UPT PD Gunungputri Berikan Apresiasi Kepada BPK Penabur

 Berita Terkini
banner 468x60
Paling kanan: Kepala UPT PD Gunungputri Herry Gianantha, dan Kiri kemeja biru pihak BPK Penabur

BOGOR (zonapantau.com) – Sekolah PBK Penabur telah membayar PBB P2 sebesar kurang lebih 1 miliar atau kisaran Rp 900 juta lebih. UPT PD Gunungputri-Cileungsi mengapresiasi kepedulian pihak sekolah BPK Penabur sebagai WP dalam kewajibannya membayar pajak kepada pemerintah, dan apresiasi tersebut diberikan langsung dalam bentuk ucapan terima kasih ke pihak sekolah, Selasa (8/1/2019).

Kepala UPT PD, Herry Gianantha, memberikan apresiasi dalam bentuk Ucapan Terima Kasih dengan mendatangi ke sekolah BPK Penabur. Pertama mengenai pbb apresiasi UPT pada BPK Penabur, karna telah melakukan pembayaran PBB P2 melalui transfer dan UPT mengucapkan terimakasih dengan mengantarkan STTS dan bukti lunas.

“Kita apresiasi BPK Penabur yang membayar kewajiban pajaknya di tahun berjalan 2018 walaupun sudah jatuh tempo, dengan langsung memberikan Ucapan Terimakasih, Bukti STTS, bukti lunas dan Stiker Lunas pembayaran pajaknya,” terangnya.

Selain itu, dalam menggali potensi yang ada diwilayah Cileungsi dan Gunungputri, UPT PD melakukan jemput bola terhadap para Wajib Pajak baru. Para pemilik atau pelaku usaha berupa restoran, hiburan (rumah bernyanyi) harus taat pajak, karna dengan membayar pajak berarti turut serta membangun kabupaten bogor.

“Sebanyak 143,153 WP di dua kecamatan ini dengan nominal target 170 miliar lebih,” ujarnya.

Masih kata Herry, walau begitu pendapatan yang langsung ke loket pembayaran maupun moblin UPT di desember 2018 kemarin mencapai 1 miliar selama sebulan. “Selain itu, sebulan di agustus yang masuk rekapan UPT saja mencapai 12 miliar lebih, karna kita lakukan dengan jemput bola, himbauan bahkan hingga teguran, dengan begitu banyak WP langsung melakukan pembayaran,” ungkapnya.

Sebelum itu beberapa waktu lalu, dari yang di undang 40 pengusaha, saat ini baru 12 yang menjadi WP. “Untuk sisa pengusaha yang kita undang sebelumnya dan pengusaha yang barunya di tahun 2019 ini akan kita surati himbauan lagi untuk menjadi Wajib Pajak di bulan januari ini,” pungkasnya.

Dan untuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), upt pajak terus menggenjot sisa target dengan melakukan melayangkan surat teguran 1 dengan waktu 7 hari kerja dan jika dengan teguran 1 WP belum melakukan pembayaran maka di tindaklanjuti dengan teguran kedua disertai pendekatan pada wp. Dan jika teguran 1 dan 2 masih juga wp belum melakukan pembayaran maka upt menyampaikan pada bappenda melalui subid penagihan untuk dilakukan teguran pada wp.

“Di dua kecamatan ini banyak WP yang masih terhutang ada sekitar 24 miliar. WP terhutang tersebut yang sampai saat ini kita kejar dengan melakukan himbauan sebelum jatuh tempo, namun jika telah lewat tempo akan masuk ke teguran 1, 2, 3 kepada yang bersangkutan,” tegasnya.

Pihak UPT menghimbau kepada para pengusaha lainnya yang belum menjadi wajib pajak agar segera mengajukan permohonannya menjadi WP.

Herry menambahkan, jika pelaku usaha tersebut masih tidak juga melakukan pembayaran maka dilanjutkan dengan pemanggilan oleh kejaksaan dan masih juga wp tidak membayar pajaknya maka akan di lakukan pemasangan plang bersama tim yang terdiri dari pihak upt bappenda pld dan penegak perda atau satpol pp atau muspika. (Yudhi)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts