FPSTI Galang Dana Kemanusiaan Korban Tsunami Banten

 Berita Terkini
banner 468x60
Tim FPSTI Kota Bekasi saat menggalang dana untuk korban tsunami Banten di acara CFD, Minggu (6/1/2019).

ZONA BEKASI – Federasi Pencak Silat Tradisional Indonesia (FPSTI) Kota Bekasi bersama delapan Perguruan Kota Bekasi diantaranya untuk yang hadir pada penggalangan yang kedua ini adalah Perguruan Silat Maung Lugay, Garuda Saka, Pagar Nusa, Pusaka Siliwangi, Keris Pusaka, Bunga Bangsa, Tasjidan, Himssi, dan Perisai Diri galang dana kemanusiaan untuk korban tsunami Banten.

Ketua Tim Penggalangan Dana FPSTI, Riyandi mengatakan, bahwa galang dana ini sudah dilakukan selama dua pekan dan akan berlanjut pada pekan depannya.

“Galang dana ini kloter minggu kedua, kemarin minggu pertama sudah kita adakan, terakhir itu pada minggu ketiga yang kita adakan dengan mengadakan workshop membuat berbagai jenis iket kepala dari sunda, minang dan melayu dari bahan dasar kain segi empat, hasil kreasi workshop akan kami lelang kembali dan akan kami sumbangkan untuk korban bencana, penutupan penggalangan dana sendiri akan kami tutup pada tanggal 17 Januari,” kata Riyandi yang juga Ketua Perguruan Garuda Saka, di Car Free Day Minggu (6/1/2019) kemarin.

Dikatakannya, bantuan berupa bentuk dana, dan pakaian layak pakai, serta makan dan minuman akan disalurkan langsung bersama tim FPSTI pada 19 Januari 2019 mendatang, langsung ke tempat bencana. “Kebetulan kita mempunyai jaringan organisasi juga di wilayah Banten, jadi sodara kami dari tim FPSTI bersama jawara Banten sudah menunggu kedatangan kami, kami tinggal datang dan salurkan bantuan,” bebernya.

Menurutnya, aksi penggalangan dana kali ini, kata dia, merupakan bentuk kepedulian FPSTI, karena di Banten banyak pegiat seni budaya. “Jadi ini kita jalankan murni bentuk kepedulian, dan kami transparan terkait laporan dana masuk, pakaian layak pakai atau makanan akan kita susun drafnya, dan pada saat pembubaran panitia pada 27 Januari 2019 nanti, semua kita laporkan secara transparant kepada tim dan pengurus FPSTI. Jadi tidak ada eksistensi,” jelasnya.

Ditegaskannya, jika Pencak Silat mencari eksistensi tidak perlu sistem menggalang dana, tapi FPSTI turun murni karena kemanusian. Tak hanya itu saja, dirinya juga mengaku membuka posko penyaluran disetiap perguruan secara sukarela. “Tidak hanya disini aja, tapi kita dirumah-rumah, padepokan dan perguruan, untuk posko centernya berada di Jalan Gurame 1 Nomor 30, Kayuringin, Bekasi Selatan,” imbuhnya.

Hal senada juga dikatakan, Ketua Umum FPSTI, Rahmadsyah KP. Dirinya sangat mengapresiasi aksi penggalangan dana yang dilakukan oleh FPSTI Kota dan Kabupaten Bekasi.

“Saya sangat mengapresiasi perguruan-perguruan dan para pendekar muda, saya sangat berbangga diri bahwa ada regenerasi setelah saya yang kreatif untuk Kota Bekasi hingga tidak mati obor, sulit untuk menemukan orang-orang kreatif yang mampu berkreasi seperti anak muda yang tergabung dalam FPSTI, dan saya sangat mensupport mereka untuk berada di depan,” ucap Rahmadsyah yang juga Ketua Perguruan Keris Pusaka.

Dia pun sangat bersyukur bahwa legalitas FPSTI sendiri sudah terdaftar di Kemenkumham, dan untuk keanggotaannya sendiri sudah tersebar di seluruh Indonesia dan Internasional. “Alhamdulillah, semua saudara-saudara tradisional juga sudah mensupport,” pungkasnya. (GUN)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts