Warga Protes Pengerjaan Apartemen Di Bekasi Selatan Bising Hingga Subuh

 Berita Terkini, Nasional
banner 468x60

Retak tembok rumah warga yang tersenggol oleh crane milik apartemen Urban Sky saat mengangkat beton, terjadi pada Kamis (13/12/2018) kemarin.

BEKASI (zonapantau.com) – Rumah warga di Taman Pelangi RT 02/ RW 06 Jakamulya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi berdampak lingkungan akibat pembangunan Apartemen Urban Sky yang dikerjakan oleh kontraktor Adhy Persada Group (APG). Dampak tersebut mengakibatkan Keretakan tembok rumah warga, dan di perparah bisingnya alat berat yang pengerjaannya hingga larut malam pukul 03.00 wib dini hari bahkan subuh, Kota Bekasi.

Pembangunan apartemen Urban Sky di bekasi selatan jenis hunian vertikal itu disebut sebagai koneksi proyek LRT program nasional.

“Ada 8 Rumah di perumahan Taman Pelangi RW 06 dan RW 09 yang terdampak langsung getaran karna pembangunan apartemen Urban Sky di Kelurahan Jakamulya,” terang
Muhammad Firman Karim (47) salahsatu dari 8 warga RW06 yang rumahnya terdampak akibat apartemen tersebut, Kamis (13/12/2018).

Menurutnya, dampak tersebut mengakibatkan keretakan rumahnya dan kebisingan pengerjaan hingga pagi buta. “Karna pengerjaannya hingga pukul 03.00 wib larut malam dini hari, mas. Kalau warga lainnya juga banyak yang kena dampak kebisingan pada malam hari, baru saja beton pagar yang diangkat dengan crane menyenggol tembok rumah saya hingga retak dan bergeser, belum lagi cren yang selalu melewati rumah warga tentu itu bahaya,” katanya.

“Bagaimana tidak, ada anak bayi disalah satu warga yang sering nangis pada larut malam karna bisingnya pengerjaan proyek apartemen urban sky tersebut hingga dini hari menjelang subuh. Dan keluarga yang ada anak bayi tersebut sempat marah-marah ke pihak apartemen dengan melemparkan batu,” cetusnya.

Selain itu, menurut Randy Bagas Yudha, warga sudah bersurat ke Kecamatan setempat hingga tembusannya ke Walikota Bekasi. “Pihak warga yang terdampak akibat pembangunan apartemen Urban Sky, sudah bersurat mulai ke Lurah, bahkan tembusannya juga ke Camat Bekasi Selatan, DPRD dan Walikota Bekasi,” ungkapnya kepada zonapantau.com

Sebagian warga yang terdampak lingkungan akibat pembangunan apartemen urban sky di bekasi selatan tersebut, mengungkapkan sama sekali tidak menandatangani segala bentuk kesepakatan terkait Izin Lingkungannya.

“Kita sudah cek dan menemui pak Erwin di Dinas Tata Ruang (Distaru) Pemkot Bekasi, bahwa pengajuan izin dari apartemen tersebut belum ada. Jika pengajuan izin lingkungannya belum ada, bagaimana ada IMB dan izin Amdalnya, intinya itu pembangunan apartemen belum ada izin lingkungan kenapa sudah bisa bangun, ada apa?,” pungkasnya.

Pihak warga setempat juga mempertanyakan surat protes atau keberatan terkait dampak lingkungan tersebut yang dituju ke pejabat wilayah dan daerah setempat, surat yang mereka layangkan belum juga mendapatkan respon dari pemerintah setempat. (Yudhi)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts