Waduh, Panitia PTSL Jakasampurna Masukan Berkas Tanah Ke BPN Yang Masih Sengketa

 Berita Terkini, Nasional, Pemerintahan
banner 468x60

Lokasi tanah yang berdampingan dengan proyek pembangunan apartemen

BEKASI (zonapantau.com) – Tanah milik atasnama Acam bin Mendung yang saat ini seluas kurang lebih 3 ribu meter persegi di Jalan Inspeksi Kalimalang Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, kembali di alih fungsikan diatas bidang tanah kepemilikannya ke pihak lain oleh segelintir oknum tak bertanggungjawab.

Alih fungsi kepemilikan atas tanah milik Acam bin Mendung di Jakasampurna, kata Candra Gunawan selaku kuasa waris, membeberkan saat ini seluas kurang lebih 3 ribu meter persegi itu terjadi dengan adanya pendaftaran Nomor Berkas Permohonan 148953 tahun 2018 dan NIB 17364 ini untuk pembuatan Sertifikat pada programnya Presiden RI untuk Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) di Kantor Pertanahan Kota Bekasi dengan keluarnya Pengumuman Data Fisik dan Data Yuridis dengan nomor 11690/2018 pada tanggal 31 Oktober 2018 atasnama ‘Laurence M.Takke’ seluas 1.400 meter persegi di atas alas hak milik Acam bin Mendung.

Oleh karena itu, pihak kuasa dari Acam bin Mendung melakukan penyuratan secara resmi ke Kantor Petanahan Kota Bekasi pada panitia tim Ajudikasi Tim II, bedasarkan surat Nomor 015/INV/XI/2018 Perihal Sanggahan Keberatan di hari Jum’at 23 November 2018, untuk memohon dan meminta kepada BPN setempat melakukan pembatalan terhadap proses pembuatan sertifikat pada program PTSL atasnama Laurence tersebut.

“Padahal, hingga saat ini tanah tersebut masih dikuasai oleh pemilik (Acam bin Mendung). Namun anehnya, muncul pendaftaran pembuatan sertifikat tanah pada program PTSL tapi atasnama Laurence (bukan pemilik) di atas bidang lahan yang sedang dalam perkara. Dan anehnya pemohon pembuatan sertifikat tersebut tidak menguasai fisik, apakah bisa? panitia pelaksana menerima berkas permohonan pendaftaran proses penerbitan sertifikat tersebut,” cetusnya, Jum’at (23/11/2018) kemarin.

“Jika pemohon merasa memiliki tanah tersebut diatas alas hak milik Acam bin Mendung itu, dimana tanda batasnya dan siapa penunjuk batasnya di saat pengukuran bidang tersebut,” imbuhnya.

Candra Gunawan, selaku Kuasa Tanah Acam bin Mendung menambahkan Berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Bekasi tahun 2016 di pengajuan nomor pokok perkara setahun sebelumnya pada No:527/Pdt.G/2015/PN.Bks, lahan tersebut dimiliki secara sah yang di pecah masing-masing adalah milik Acam bin Mendung seluas 8.020 M2.

“Saya selaku kuasa tanah dari Acam bin Mendung langsung bersurat mengajukan permohonan sanggahan dan keberatan kepada panitia tim Ajudikasi Tim II Kantor Pertanahan Kota Bekasi, sehingga bisa lolos pendaftaran berkas atasnama Laurence diatas bidang tanah dalam situasi sengketa atau masih dalam perkara,” ujar Candra kepada wartawan.

Permasalahan sengketa tersebut berawal dari tanah milik Acam bin Mendung dasar kepemilikan Girik C.997, diakui hak miliknya oleh H. Latif bin Masan seluas 1.200 M2, Rachmat 700 M2 dan M. Zaelani Hamid 3.600 M2 dengan dasar yang ‘katanya’ sudah di beli dari Acam bin Meundung. Padahal, yang bersangkutan (Acam Mendung.red) tak pernah menjualnya kepada pihak manapun.

Berdasarkan keputusan pengadilan dengan register Nomor: 527/Pdt.G/2015/PN.Bks menyatakan pihak-pihak yang mengaku tanah tersebut dari pemilik sah (Acam bin Mendung) sebelumnya tidak dibenarkan karna tidak bisa membuktikan dasar kepemilikannya. “Namun, mirisnya yang semula tanah seluas 8.020 M2 milik Acam, saat ini berkurang menjadi 3.270 M2 yang dikuasai saat ini sisa dari pembebasan Becakayu pada tahun 2013 seluas 4.750 M2,” ulasnya.

Di hari yang sama saat di hubungi, dari BPN Kota Bekasi, Kasi Sengketa dan Permasalahan (SKP) dan juga selaku Ketua Tim PTSL wilayah Kecamatan Bekasi Barat dan Bekasi Selatan, Fatahuri, belum bisa memberikan klarifikasinya. “Mohon maaf saya belum bisa memberikan komenter saya belum pelajari berkasnya lebih lanjut mohon pengertiannya,” tanggapannya. (Yudhi)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts