Kali Cikeas Dipenuhi Tumpukan Sampah Bambu 26 Perumahan Terancam Banjir Bandang

 Berita Terkini, Nasional
banner 468x60

BOGOR & BEKASI (zonapantau.com) – Sebanyak 26 perumahan di kawasan Bogor dan Kota Bekasi (Jawa Barat) terancam banjir bandang jika penumpukan sampah yang terjadi di aliran sungai Cikeas di kawasan Jatiasih (Kota Bekasi) dan Gunungputri (Kabupaten Bogor), tak segera ditangani.

“Sampah bambu yang menutupi sungai Cikeas jika tidak segera diangkat maka aliran sungai terhambat dan berpotensi menyebabkan banjir bandang yang mengancam 26 perumahan, mulai dari Bogor hingga Bekasi,” ujar Puarman, Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C), Sabtu (17/11/18) saat ikut dalam pembersihan sampah di kali cikeas bersama unsur pemerintah dua daerah dan masyarakat sekitar.

“Andai banjir bandang terjadi masyarakat akan dirugikan baik secara moril maupun materil milyaran rupiah, bahkan bisa merenggut nyawa,” tandas Puarman di bantaran sungai Cikeas.

Untuk mengantisipasi hal terburuk, setelah dilakukan kegiatan bebersih gunungan sampah sungai Cikeas, Jumat (16/11/18) kemarin oleh Pasukan Katak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi dan personil PJT 2 bersama KP2C dan unsur masyarakat lainnya, pada Sabtu (17/11) ini kembali di lanjutkan bebersih sungai Cikeas.

Gerakan bersih sungai Cikeas ini mendapat tambahan tenaga dari warga Perumahan Puri Nusaphala, Jatiasih, Bekasi, dan Vila Mahkota Pesona, Bojongkulur, Bogor. Warga kedua perumahan yang dipisahkan oleh sungai Cikeas tersebut kompak melakukan kerja bakti serentak.

Mereka membantu petugas DLH Bekasi dan Perum Jasa Tirta (PJT) 2 Bekasi serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bekasi.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa KP2C menemukan tumpukan sampah menggunung sepanjang 80 meter dengan volume sangat besar, mencapai 1.200 kubik.

Ketua KP2C, Puarman, mengatakan, selama 14 tahun lebih dirinya mengamati sungai Cileungsi dan sungai Cikeas baru kali ini menyaksikan sampah menggunung sebesar ini hingga ke dasar kali. “Sebelumnya pernah tapi tidak sebanyak yang sekarang,” uangkapnya.

Puarman mengaku heran melihat banyaknya sampah bambu dengan ukuran tertentu di sepanjang sungai Cikeas yang hulunya di Gunung Geulis dan Bukit Pelangi ini. Dia menduga bambu  dan kayu ini bekas pekerjaan proyek yang dibuang begitu saja atau hanyut ke hilir.

Ahli Hidrologi dan penggagas Sekolah Sungai dari UGM, Dr. Ing. Ir. Agus Maryono semalam menyampaikan pesan penting kepada KP2C. Apa yang disampaikan itu menjadi ‘warning’ yang harus disikapi semua unsur termasuk stekholder yang ada.

“Sampah bambu yang menghalangi aliran sungai Cikeas harus segera diangkat karena berpotensi menyebabkan banjir bandang,” ujar Puarman mengutip pesan Agus Maryono yang juga adalah Koordinator Gerakan Restorasi Sungai Indonesia (GRSI). (Yudhi)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts