Minim Jumlah SDM Dan Armada Truk Sampah UPTD LH Memaksimalkan Kekurangannya

 Berita Terkini, Pemerintahan
banner 468x60

BEKASI (zonapantau.com) – Demi memaksimalkan kebersihan UPTD LH Jatisampurna membutuhkan tambahan SDM dilapangan, juga membutuhkan tambahan armada truk untuk mengangkut sampah. Petugas pesapon pun yang dimiliki hanya ada dua dengan tiga armada truk sampah yang sudah tua dari tahun 2003 silam.

Namun begitu, ada sedikit tambahan yang di berikan pemerintah kota (pemkot) bekasi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, kepada UPTD Jatisampurna, adalah berupa armada mobil penyapu jalan bernama sweeper. Fungsi dari mobil penyapu jalan tersebut terbilang sangat efektif untuk membantu pesapon di jalan raya alternatif transyogi cibubur.

Saat ditanya, Kepala UPTD LH Jatisampurna, Irfan Hikmatullah, mengatakan armada mobil sweeper memiliki fungsi yaitu menyapu, vacum sedot debu dan sampah-sampah ukuran sedang seperti daun bahkan hingga paku ikut tersedot. “Mobil sweeper tersebut juga berfungsi menyemprot kan air untuk melunakan tanah kering dan ceceram tanah di jalan raya,” katanya, Jum’at (16/11/2018).

Erfan mengaku, DLH Kota Bekasi sudah memiliki 3 armada mobil sweeper pembersih jalan seperti ini. Mobil penyapu jalan tersebut digunakan UPTD LH Jatisampurna untuk membersihkan jalan raya selain di jalur jalan nasional Alternatif Cibubur, juga di jalur jalan protokol kota.

“UPTD LH Jatisampurna masih membutuhkan tambahan pesapon guna memaksimalkan petugas kebersihan jalan, sebab wilayah jatisampurna banyak jalan yang jaraknya panjang seperti Jalan Raya Hankam dengan panjang jalan sekitar 8 km dan Jalan Alternatif Transyogi Cibubur sekitar 6 km. Dan pesapon yang ada baru dua petugas, dan yang ideal dibutuhkan sebenarnya adalah 5 petugas pesapon,” ungkapnya

Masih kata Erfan, UPTD LH Jatisampurna juga berhasil mengurangi lokasi titik Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Liar. Jatisampurna sebelumnya ada 10 titik TPS liar, namu kini berkurang tinggal 6 titik, dan kedepan sisanya sedang berjalan penertiban kembali pada lokasi titik TPS liar tersebut.

“Kendala utama dilingkungan terkait sampah adalah minimnya tempat pembuangan sampah yang di sediakan pemerintah seperti berupa bak kontainer agar warga dapat membuang sampah pada tempatnya. Sebab UPTD jatisampurna sendiri hanya memiliki 8 bak kontainer dengan 3 armada truknya.

“Kita belum memiliki fasilitas armada dan penunjangnya untuk memaksimalkan pengangkutan sampah di jatisampurna. Karna dari kajian kita idealnya tiap kelurahan disini adalah minimal 3 bak kontainer dengan total 15 bak dan 5 armada truknya, itu baru ideal memaksimalkannya menghitung waktu kerjanya,” paparnya.

Menurutnya, bagaimana mau maksimal selain kekurangan armada truk pembuangan sampah, pihak UPTD LH Jatisampurna juga kekurangan SDM atau personel petugas kebersihannya. “Namun begitu, pihak kita tetap bekerja semaksimal mungkin demi pelayanan terhadap warga dan lingkungan di bidang kebersihan,” tukasnya. (Yudhi)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts