Dinkes Melempem, IDI Kota Bekasi: Dokter RS ANNA Jangan Lakukan Diskriminasi Ke Pasiennya

 Berita Terkini, Kesehatan, Nasional
banner 468x60

BEKASI (zonapantau.com) – Mencuatnya pemberitaan seorang pasien yang beradu mulut dengan seorang dokter lantaran pasien komplain dan si oknum dokter tidak terima di komplain oleh pasien, membuat dr.Kamaruddin Askar dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) angkat bicara.

“Saya sangat menyayangkan tindakan oknum dokter itu, seharusnya siapapun pasiennya, dengan kondisi apapun si pasien, apabila sudah masuk IGD, harus segera mendapatkan tindakan, dan Dokter itu harus layani dengan baik dan ikhlas,” ungkap dr.Kamaruddin Askar saat di tanya wartawan melalui Telepon.

Ia mengatakan, pasien dapat membuat laporan secara tertulis dan diberikan kepada Ikatan Dokter Indonesia (IDI) apabila mendapatkan tindakam yang tidak menyenangkan dari oknum dokter. “Pasien bisa buat laporan secara tertulis bahwa dirinya mendapatkan tindakan yang tidak menyenangkan dari oknum dokter nanti kirimkan dengan cara yang dapat di lihat di www.idionline.org,” kata Dokter Kamaruddin.

“Nanti setelah laporan masuk, kita akan panggil dokter tersebut, dan kita akan tanyakan terkait hal yang terjadi, apabila dokter itu dinyatakan bersalah, maka akan disampaikan ke Direktur RS tempatnya berjaga, nanti dokter tersebut akan di kenakan sanksi sesuai yang direkturnya inginkan, terparahnya pemecatan,” tambahnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati mengatakan bahwa sudah meminta pihak Rumah Sakit Anna Medika, di Jalan Perjuangan, Harapan Baru, Bekasi Utara, menyerahkan laporan kronologis terkait keluhan pasien atas pelayanan di rumah sakit, pada Rabu (7/11/2018) kemarin.

“Hari ini saya meminta pihak rumah sakit untuk menyerahkan laporan tentang kronologis terjadinya perselisihan antara pasien dan dokter yang bersangkutan. Selain itu, kami juga minta SOP pelayanan di Rumah Sakit Anna Medika. Karena, informasi yang kami terima bahwa pasien sampai pagi harinya masih berada diruang IGD dan komplaign terkait pelayanan rumah sakit,” kata Tanti Rohilawati, ketika dihubungi lewat selulernya.

Ia menyatakan, bakal memberikan sanksi juga kepada rumah sakit yang apabila kedapatan tidak melakukan pelayanan dengan baik kepada pasien sesuai SOP. “Kita akan dalami, kita akan panggil kedua belah pihak, selanjutnya akan ada keputusan,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa setiap warga berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Karena itu, pihak rumah sakit tidak dibenarkan melakukan diskriminasi pelayanan kepada pasien. “Sebagai tenaga medis (perawat, dokter), wajib melayani pasien. Tidak boleh melakukan diskriminasi kepada pasien. Kalau sampai hal itu terjadi, maka Dinas Kesehatan akan memberikan sangsi,” ujarnya.

Sebelumnya dilaporkan, seorang pasien RS Anna Medika, Diena Amalia, warga Bakasi Utara, meminta dokter jaga agar mengganti botol infus yang telah habis. Permintaan pasien oleh dokter jaga di IGD, malah ditanggapi dengan nada tinggi dan menganggap pasien tidak sabar.

“Saya masuk RS malam hari kemarin sekitar pukul 21.00 wib, dokter menyarankan agar saya harus rawat inap. Suami saya sudah mendaftar di loket pelayanan untuk mendapatkan kamar rawat inap dan akhirnya dapat kamar juga setelah berada diruang IGD mulai malam hari. Kemudian, ketika botol infusnya sudah habis malah dibiarkan gitu saja,” ungkap Diane warga Bekasi Utara.

“Saya kemudian tanya kenapa infus nggak diganti dan tidak di pindahkan ke kamar rawat inap. Dokter justru marah-marah, dan meminta saya untuk sabar. Bahkan, dokter jaga itu juga bilang dirinya sudah cape, bahkan saya dengar juga si dokter berbicara dengan para perawatnya ini udah dari semalem, gua capelah, kalau dia ngamuk ya, gua amukin lagi,” kata pasien, menirukan perkataan sang dokter. (Yudhi)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts