Gentra Padjajaran Kirab Budaya Tradisional Sunda Dalam Momen Sumpah Pemuda

 Berita Terkini, Pendidikan, Serba-Serbi
banner 468x60

Bogor (zonapantau.com) – Gentra Padjajaran yang merupakan pegiat dan pelestari budaya sunda di wilayah timur kabupaten bogor, ini dalam rangka Sumpah Pemuda mengadakan pagelaran study tour untuk para anak-anak kecil dari taman kanak-kanak daerah setempat, di RW01 Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Sabtu (27/10/2018).

Dalam pagelaran budaya sunda tersebut, komunitas Gentra Padjajaran menyuguhkan berbagai permainan tradisional zaman dahulu, Suguhan makanan tradisional, tatanan perlengkapan tradisional. Selain itu, ditempat pagelaran tersebut juga di hiasi berbagai tempat yang terbuat dari bambu dan permainan enggran bambu maupun enggran batok.

Para pegiat sunda ini memaparkan tentang permainan budaya sunda dan memperagakan bagaimana caranya memainkan alat maupun permainan tradisional kepada puluhan anak dari taman kanak-kanak. Anak-anak TK tersebut juga terlihat riang dan senang karna juga mengikuti perlombaan menggambar yang mendapatkan hadiah.

Kades Dayeuh, Jamhali BJ saat seremoni memberikan hadiah kepada anak-anak

Dan dalam kegiatan itu kedatangan penyanyi kocak Varid Dwi Wahyu Peristiawan yang merupakan anak dari penyanyi almarhum Mbah Surip. Varid terlihat menghibur anak-anak dan para pegiat sunda dari Gentra Padjajaran maupun warga sekitar yang datang ke acara tersebut.

Ketua Pelaksana Gentra Padjajaran, Muhammad Syamsul Fallah, dalam kesempatannya mengatakan komunitas ini hadir sebagai jaringan pelestari budaya khususnya di cileungsi dan bogor timur. “Acara ini dibuat dengan konsep Indonesia berkarya dan berbudaya, disini pun ada maenan tradisional, alat-alat tradisional maupun makanan tradisional,” terangnya.

Kepala Desa Dayeuh, Jamhali BJ, yang ikut hadir juga mengatakan mengapresiasikan kegiatan kirab budaya pada momen Sumpah Pemuda ini. “Saya mengapresiasi sekaligus terkesan yang dalam hal ini juga dapat mempersatukan masyarakat setempat dalam toleransinya, sebab di dayeuh ini selain religius warganya juga kental dengan budaya sundanya,” ucapnya.

Sesi foto bersama dengan para Pegiat dan Pendiri budaya sunda

Ketua RW01, Agil Ahmadi, menurutnyaantara versi masyarakat yang religius dan masyarakat yang berbudaya. “Kita bicara tentang kreatifitas anak muda disini, sebelumnya juga kita dengan diadakan kegiatan ini sudah terlebih dahulu memohon kepada tokoh setempat,” ujarnya.

Katanya, komunitas Gentra Padjajaran budaya sunda ini sebenarnya sudah lama mencanangkan program-program dengan memperkenalkan budaya tradisional dengan maenan zaman dulu hingga makanan maupun alat tradisional. “Selain itu pada komunitas ini juga sudah memiliki pentas seni dengan alat musik, bahkan melalui pentas seni musik komunitas ini sudah banyak menghadiri pada event-event di luar daerah,” ungkapnya.

Masih kata Agil, komunitas ini dibentuk dalam konteks pelestarian budaya tradisional hanya sebatas kesenian budayanya saja, bukan pada falsafah keagamaannya. “Sebab komunitas ini tetap pada prinsip bidaya setempat yaitu Nyantri (Mengaji), Nyakolah (Sekolah) dan Nyunda (Pegiat Budaya Sunda),” pungkasnya.

Pada sesi acara puncaknya nanti malam dihadiri langsung oleh Tokoh Budaya Bogor yakni Karyawan Faturachman, kehadirannya dalam bentuk dukungan yang juga sebagai pembina dari komunitas Gentra Padjajaran.

Turut hadir, Tokoh Budaya Bogor Karyawan Faturahman, Pendiri Komunitas Jatidiri Sunda Beben Suhendar, Kades Dayeuh Jamhali BJ, Ketua RW01 Agil Ahmadi. (Yudhi)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts