Rahmat Effendi Evaluasi Penggunaan KS

 Berita Terkini, Kesehatan
banner 468x60

Wali Kota Bekasi, Dr. H. Rahmat Effendi saat memberikan keterangan kepada awak media terkait penggunaan Kartu Sehat di Gedung Graha Girsang. Kamis (25/10/2018).

ZONA BEKASI – Guna mengefektifkan Kartu Sehat (KS) Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi turun menjelaskan terkait penggunaan KS untuk kedepannya, Rahmat Effendi pun mendifinisikan mana yang bisa ditanggung oleh KS dan mana yang tidak ditanggung oleh KS.

“Perawatan Gigi, dan kecantikan itu tidak ditanggung oleh KS. Nah, yang dirawat itu apa sudah jelas, sehingga KS itu tidak lagi dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu dan penggunaan KS pun akan semakin transparansi. Jadi kalau cuma sakit gigi dan diare, ya ke Puskemas saja, jangan semuanya ke poli spesialis,” ucap Rahmat Effendi di Gedung Graha Girsang, Kamis (25/10/2018).

Sedangkan untuk proses melahirkan, Rahmat Effendi mengaku bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi sudah bekerja sama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) semua sudah bisa terlayani di PONED dan Puskesmas, jadi jangan semuanya dirujuk ke RS Swasta.

Lebih lanjut Rahmat Effendi menjelaskan, KS itu identik dengan perawatan Kelas III, tapi asumsi masyarakat itu semuanya merujuk ke RS Swasta. Nyatanya, Pemkot Bekasi sendiri mempunyai RSUD, dan rencananya Pemkot Bekasi sendiri akan membangun 4 unit RS tipe D. Nantinya, semua rujukan masyarakat masuknya ke RS tipe D dan RSUD Kota Bekasi.

“Bagi masyarakat yang mampu dan punya duit, walaupun dia pemegang KS silahkan, tapi gak mungkin dia ambil perawatan Kelas III,” katanya.

Rahmat Effendi pun menekankan, bahwa Pemkot Bekasi mempunyai sistem dan mekanisme terkait penggunaan KS. Namun, tidak menghilangkan fungsi dan emergency dari KS tersebut. Kendati demikian, Rahmat Effendi pun menyarankan agar masyarakat tidak ketergantungan oleh RS Swasta dalam menjalani perawatan penyakit ringan, karena semua itu sudah ditangani secara prenventif kuratif.

Oleh karena itu, lanjut Rahmat Effendi, penggunaan KS selama setahun menjadi evaluasi Pemkot Bekasi, guna maksimalnya pelayanan yang lebih baik pada masyarakat, sehingga preventif kuratif dan pencegahan terhadap penyakit, yang dilakukan oleh RSUD Kota Bekasi dan RS Swasta, harus lebih banyak berorientasi ke RSUD Kota Bekasi.

Kendati demikian, Rahmat pun mengakui bahwa jarak tempuh RSUD Kota Bekasi berjauhan dengan Kecamatan Jatisampurna, namun semua itu diupayakan dengan membangun RS tipe D guna terfasilitasinya pelayanan kesehatan.

“RS tipe D-nya baru jadi, dan alatnya juga belum ada. Begitu pun di Pondokgede tipe D-nya sudah jadi, alatnya juga belum ada. Sedangkan di Bantargebang baru mau kita bangun, dan sebagian kita minta kontribusi DKI terhadap perjanjian kerjasama, begitu pun di Kelurahan Teluk Pucung,” paparnya.

Seraya menambahkan, untuk pengguna KS sendiri sudah mencapai 590.000, dari 740.000 Kepala Keluarga (KK). “Masih ada 140.000 lagi yang belum mempunyai KS, karena blankonya masih kosong,” tutupnya. (GUN)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts