Miris, Warga Mengaku Penerimaan Bantuan Rutilahu Desa Sibanteng Tak Sesuai

 Berita Terkini, Nasional, Pemerintahan
banner 468x60

Bogor (zonapantau.com) – Tak sedikit masyarakat yang masih awam terkait program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), membuat mereka penerima bantuan tersebut yang mempertanyakan besaran dana yang didapatnya. Bahkan ironisnya, banyak dari mereka (penerima.red) yang merasa diperlakukan tak adil dengan pencairan dana tersebut.

Seperti yang diungkapkan Ida (73) warga Kampung Lio Desa Sibanteng Kecamatan leuwisadeng, Kabupaten Bogor, dirinya merasa kecewa dengan bantuan rutilahu berupa material barang bangunan hanya menerima 10 lembar bilik dengan ukuran 2×2 meter, Asbes jenis biasa 20 lembar ukuran 180×100 cm, batako 50 buah, semen 10 sak, pasir 3 kubik bukan pasir cimangkok, paku 5 kg, kayu 4 batang ukuran 4×10 cm, keramik 2 dus merk biasa.

“Saya hanya di kasih dana tunai sebesar 1 juta untuk membayar 2 orang tukang bangunan, selama 10 hari,” ungkap Ida sambil menangis Rabu (24/10/2018) kemarin.

Ida menambahkan dirinya malah nombok sebesar 1,5 juta untuk dapat merapihkan pembangunan rumahnya.

Disinyalir, dana program bantuan rutilahu di desa sibanteng, kecamatan leuwisadeng, menjadi bancakan beberapa oknum pemerintah desa (pemdes) maupun pihak panitia program tersebut. Sebab mustahil jika pemdes tak mengetahui persoalan yang terjadi diwilayahnya sendiri.

Hal senada juga di ungkapkan Reman (42) warga desa si banteng lainnya, bahwa dirinya pun merasa kesal karna penerimaan bantuan program rutilahu tahun 2017/2018 tersebut tidak sesuai dengan harapan. “Masa saya tidak pernah diberitahu tanda bukti kwitansi atau sebagainya dari pembelanjaan material yang berjumlah 10 juta untuk program bantuan rutilahu itu,” cetusnya

”Ironisnya saya sebagai Penerima bantuan rutilahu juga nombok dari dana pribadi sendiri karena material bangunan yang di berikan oleh pihak panitia program rutilahu itu tidak mencukupi untuk menyelesaikan bangunan yang sudah di bongkar. Sehingga saya terpaksa harus pinjam uang kesana kemari agar dapat menutupi kekurangannya,” tukasnya.

Ditempat terpisah Ujang Selaku RT merasa geram dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Sibanteng, karena bantuan yang didapatnya tidak sesuai dengan program bantuan rutilahu dari pemerintah. “Kata pak Amir Nur Hamjah selaku panitia program rutilahu disini dana bantuan tersebut di potong pajak,” bebernya.

“Saya selaku RT menanyakan kepada Amir berapa dana yang di terima oleh penerima bantuan dan berapa potongan pajaknya yang tadi di katakan, namun amir tidak bisa menjelaskannya,” pungkasnya. (Sep/Yudhi)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts