Opang Sebut Hari Santri Jadi Momentum Kebangkitan Pesantren

 Berita Terkini
banner 468x60

Ahmad Muzhoffar SE MAF, Caleg Partai Golkar DPRD Kota Bekasi nomor urut 5, Dapil 2 Kecamatan Bekasi Utara

ZONA BEKASI – Ditetapkannya 22 Oktober sebagai (HSN) oleh Presiden Joko Widodo harus menjadi momentum kebangkitan pondok pesantren (ponpes) dalam pemberdayaan umat Islam khususnya di Kota Bekasi. Mengingat ponpes memiliki peran sentral dalam kemerdekaan Indonesia.

Calon Legislator Partai Golkar DPRD Kota Bekasi nomer urut 5, dapil 2 Kecamatan Bekasi Utara, Ahmad Muzhoffar mengatakan, pesantren juga merupakan tempat belajar untuk menguasai dan mendalami ilmu agama melalui kitab kuning yang diajarkan para kiai atau istilahnya tafaqquh fiddin sekaligus wadah untuk pemberdayaan masyarakat.

“Hari Santri harus dijadikan momentum kebangkitan santri, pesantren dan ummat Islam Indonesia yang berpegang pada prinsip rahmatan lil ‘alamin bukan hanya memasyarakatkan budaya ‘sarungan’ secara simbolis namun juga budaya ‘sarungan’ hakiki yang melambangkan kesederhanaan serta ketaqwaan kepada Alloh SWT. Kini saatnya para santri bangkit dan berperan dalam pembangunan daerah di Kota Bekasi” kata Opang sapaan akrabnya, Kamis (18/10/2018).

Opang yang juga Pengasuh sekaligus Pimpinan Yayasan Islam Pondok Pesantren Annur mengatakan, para santri kedepannya harus modern, cerdas, membumi dan menjadi motor penggerak reformasi, demokrasi serta solusi bagi berbagai persoalan bangsa.

Pesantren, sambung Opang, bisa terus didorong untuk pembangunan di Kota Bekasi, terutama dalam membahas dan mencari jalan keluar dalam berbagai persoalan. Hal tersebut bisa dilakukan melalui bahtsul masail.

“Melalui bahtsul masail, pesantren dan para santri bisa memberikan kontribusi pemikiran terhadap pembangunan. Juga mencarikan solusi terhadap masalah atau peristiwa yang dihadapi umat. Pesantren juga harus terus dan meningkatkan sinergi dengan masyarakat sekitar untuk pembangunan desa setempat,” katanya.

Opang mencontohkan, misalnya kalangan pesantren bisa menjadi sahabat para petani dalam mengelola pertanian. Kemudian, bisa menjadi tempat untuk berdialog bagi masyarakat dalam pengembangan ekonomi hingga persoalan kesehatan reproduksi wanita.

Ditambahkan Opang yang juga cucu Almarhum Kyai Muchtar Thabrani ini, pesantren merupakan pusat perkembangan masyarakat di berbagai sektor. Bahkan bisa menjadi kekuatan yang luar biasa untuk menjadikan Kota Bekasi semakin maju.

“Pesantren dan para santri sebagai penggerak ummat, akan menjadi kekuatan yang luar biasa untuk mewujudkankan Kota Bekasi yang lebih maju dalam mewujudkan visi misi kota Bekasi yang Cerdas, Kreatif, Maju, Sejahtera, dan Ihsan,” pungkas Ketua Dewan Pembina Yayasan Islam Annur Bekasi Utara. (GUN)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts