DLH Bogor Bersama Ombudsman Akan Periksa Pabrik Sepanjang Sungai Cileungsi

 Berita Terkini, Nasional, Pemerintahan
banner 468x60

Bogor (zonapantau.com) – Pencemaran Sungai Cileungsi yang menyebabkan rusaknya air Baku PDAM Patriot Kota Bekasi dan menggangu kehidupan warga di sekitar Sungai Cileungsi dan Kali Bekasi, tengah diawasi oleh Ombudsman Ri Perwakilan Jakarta Raya.

Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya, telah memeriksa Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor dan Ditjen Penegakan Hukum Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pada Rabu (10/10/2018) kemarin.

Di gedung Kantor Ombudsman di Jakarta, Ombudsman RI memeriksa Ditjen Penegakan Hukum (Gakkum) KLHK dan DLH Kabupaten Bogor sebagai pihak yang berwenang untuk melakukan pengawasan dan penindakan terhadap pencemaran di sungai Cileungsi.

Dan nantinya akan terbit Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) yang akan selanjutnya diteruskan oleh DLH maupun KLHK dalam penindakan terhadap perusahaan yang di duga masih mencemari sungai.

Hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya ini, kedua belah pihak mengakui bahwa sungai Cileungsi sudah tercemar, hal ini dibuktikan dengan Uji Lab yang sudah mereka lakukan.

“Pihak DLH Kabupaten Bogor katanya telah melakukan penyegelan terhadap beberapa perusahaan di sepanjang jalur sungai Cileungsi, namun hal itu tidak berdampak banyak karena hingga kemarin pun (16/10) air sungai masih berwarna hitam pekat dan menimbulkan bau menyengat sehingga menggangku warga sekitar aliran sungai tersebut,” ujar Taguh P Nugroho kepada zonapantau.com, melalui selulernya.

Selain itu, Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya akan menerjunkan tim untuk melakukan pemerikasaan perizinan IPAL maupun lainnya dan Tempat Pengelolaan Limbahnya milik perusahaan yang di duga cemari sungai cileungsi. “Rencananya akan dilakukan secara bertahap dari 54 perusahaan yang ada di sepanjang sungai cileungsi. Tim ini akan diterjunkan bersama PPLH DLH sebagai pemilik otoritas pemeriksaan terhdap terduga pencemar,” pungkas Teguh, yang katanya sudah menyiapkan tim untuk turun ke bogor.

Menurut Teguh, ini di tenggarai dengan lemahnya fungsi pengawasan dari DLH sendiri. “Ada indikasi pembiaran, terungkap setelah Ombudsman RI perwakilan Jakarta Raya memeriksa kesaksian dan dokumen pengawasan dari kedua lembaga tersebut, setelah diperoleh keterangan bahwa laporan terhadap pencemaran sungai Cileungsi telah terjadi sejak awal tahun 2017,” terangnya.

Teguh berharap aparat kepolisian sebagai penegak hukum juga bisa segera bergerak. “Karena sesuai dengan UU 32/2009, beberapa bentuk pelanggaran dalam kejahatan lingkungan merupakan tindak pidana nyata,” cetusnya. (Yudhi)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts