Alit Jamaluddin Siap Wujudkan Regulasi Kota Layak Anak

 Berita Terkini
banner 468x60

Tokoh Muda NU, Alit Jamaluddin yang juga Caleg PKB DPRD Kota Bekasi, Dapil 1 Kota Bekasi. Sabtu (6/10/2018).

ZONA BEKASI – Tokoh Muda Nahdatul Ulama (NU) Kota Bekasi, Alit Jamaluddin akan terus mengawal Pemkot Bekasi untuk menjadikan Kota sebagai kota layak anak secara utuh. Penghargaan kota layak anak yang diterima dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak baru-baru ini, harus menjadi pelecut untuk memberikan ruang untuk anak berkembang.

Kang Alit sapaan akrabnya mengatakan, anak sebagai potensi bangsa harus dijamin kehidupannya. Anak-anak wajib mendapatkan rasa aman dan nyaman. “Perlu dirumuskan apa saja yang bisa mendukung perkembangan anak secara baik untuk dituangkan dalam regulasi seperti peraturan daerah,” katanya, Sabtu (6/10/2018).

Menurut Alit yang juga sekretaris dewan fatwa MUI Kota Bekasi, Kota Bekasi kini terus tumbuh menjadi kota yang semakin padat. Tingkat populasi atau pertumbuhan anak juga beriringan. Mengacu pada Kepres Nomor 39 Tahun 1990 yang diadopsi dari PBB Tahun 1989 menyebutkan bahwa ada 4 hak anak yang menjadi prioritas adalah hak hidup lebih layak, hak tumbuh berkembang dan hak perlindungan serta hak partisipasi.

“Dengan memenuhi hak tersebut, maka akan memunculkan generasi muda yang lebih maju baik dalam kerangka berpikir maupun mentalitas anak. Ini semua bisa terwujud, jika kita mempunyai kota yang layak terhadap anak,” tandas Caleg PKB DPRD Nomor Urut 1, Dapil 1 Kota Bekasi.

Melihat kondisi itu, Kota Bekasi perlu untuk memiliki regulasi sebagai payung hukum untuk merealisasikan kota yang ramah dan layak anak. “Melalui perda, fasilitasi dan arah kebijakan pemkot Bekasi harus diarahkan untuk mendukung program kota layak anak,” tukasnya.

Dengan adanya payung hukum, lanjut Kang Alit, anak-anak di Kota Bekasi nanti terlindungi dari perlakuan diskriminasi dan kekerasan. Di sisilain, anak-anak pun mampu mengembangkan diri melalui kebijakan yang berpihak pada kepentingan mereka.

Disebutkan, Kota Bekasi sudah memiliki banyak fasilitas publik berupa taman atau fasilitas terbuka lainnya. Namun, hal tersebut belum diimbangi dengan fasilitas untuk mendukung tumbuh kembang anak seperti arena bermain maupun fasilitas lainnya.

“Perlu peran swasta untuk ikut berkomitmen dan memerhatikan kepentingan, kebutuhan, dan hak-hak anak dalam membangun serta mengelola kota. Dukungan ini perlu lantaran mayoritas masyarakat Kota Bekasi bekerja di sektor industri,” pungkasnya. (GUN)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts