Ombudsman Akan Periksa DLH Kabupaten Bogor Terkait Pencemaran Sungai Cileungsi

 Berita Terkini, Nasional
banner 468x60

Teguh P Nugroho, Ketua Perwakilan Jakarta Raya pada Lembaga Ombudsman

Bogor (zonapantau.com) – Lamanya pencemaran Sungai Cileungsi yang tak kunjung terselesaikan tindaklanjutnya dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor maupun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sampai saat ini. Padahal persoalan pencemaran sungai itu sudah menjadi konsumsi publik dengan viralnya dari berbagai media masa Cetak maupun Elektronik.

Hal tersebut, melalui viral pemberitaan dari berbagai media membuat lembaga Ombudsman juga akan melakukan pemeriksaan terhadap DLH setempat maupun KLHK terkait hasil dari kedua institusi terkait pemerintah tersebut dalam melakukan sidak hingga pemeriksaan terhadap beberapa perusahaan yang di duga sengaja melakukan pencemaran lingkungan.

Padahal, beberapa hari lalu DLH Kabupaten Bogor sudah menyegel tempat pengelolaan limbah milik 4 perusahaan industri di wilayah kecamatan gunungputri maupun klapanunggal. Namun, dari penyegelan empat perusahaan tersebut bukannya pencemarannya makin berkurang, justru malah pencemarannya semakin parah.

Buktinya, dari informasi dan laporan warga dekat jembatan Cikuda Cileungsi pada Rabu (3/10/2018) pada sore hari sekitar pukul 16.00 atau 17.00 dan terlihat pagi tadi Kamis (4/10) pada pukul 08.00, dan Jum’at (5/10) pagi, juga kembali terjadi pencemaran. Sehingga warna air sungai kembali menghitam pekat dan menimbulkan bau yang sangat menyengat hingga membuat sebagian warga sekitar bantaran sungai sakit mual-mual sampai muntah.

Melalui pesan singkatnya, Ketua Perwakilan Jakarta Raya Bodetabek pada Ombudsman, Teguh P Nugroho, mengatakan akan melakukan pemeriksaan kepada dua institusi pemerintah itu yakni DLH Kabupaten Bogor maupun KLHK. “Karna dari dua pihak milik pemerintah itu yang awalnya sudah melakukan sidak ke beberapa perusahaan industri yang di duga cemari sungai, oleh karena itu nanti akan kita periksa mereka berdua,” katanya, Jum’at (5/10/2018).

Selain itu, Teguh menambahkan juga akan melakukan pemeriksaan dan sidak terhadap IPAL dari milik para perusahaan yang di duga cemari sungai. “Setelah melakukan pemeriksaan terhadap DLH dan KLHK, dari data mereka berdua juga akan kita periksa izin lengkap perusahaannya,” pungkasnya.

“Untuk awalnya, kita akan melakukan pemeriksaan kepada DLH setempat, karna seharusnya dari penyegelan 4 perusahaan di Gunungputri dan Klapanunggal itu seharusnya pencemarannya semakin berkurang, akan tetapi kenapa ini malah sebaliknya. Seharusnya, pemerintah melakukan penghentian operasi sementara ke pabrik yang di segel tersebut, karna kalau IPAL nya tak sesuai pasti UKL UPL nya juga tak sesuai,” tambahnya. (Yudhi)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts