Kemana KLHK Sungai Cileungsi Kembali Tercemar Ternyata Masih Ada Perusahaan Bandel

 Berita Terkini, Nasional, Pemerintahan
banner 468x60

Bogor (zonapantau.com) – Beberapa waktu yang lalu publik dihebohkan dengan pemberitaan sungai Cileungsi yang tercemar mulai dari hulu Kabupaten Bogor hingga Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi. Akibat pencemaran sungai tersebut banyak pihak yang memberikan perhatian khusus termasuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Namun perhatian yang diberikan KLHK melalui Dirjen Gakkum (Direktur Jenderal Penegakan Hukum) itu sangat disayangkan berbagai pihak karena sampai saat ini Rabu (3/10/2018) pukul 17.00 Wib atau jam 5 sore sungai cileungsi kembali tercemar. Terlihat warnanya kembali berubah menjadi hitam pekat dan mengeluarkan aroma tak sedap, dan saat itu juga ditelusuri di Jembatan Wika kondisi air masih jernih namun sampai di Jembatan Cileungsi warna air berubah menghitam.

Akibat pencemaran itu PKLP ingin Dirjen Gakkum dicopot karena dianggap tak cepat dan lamban menangani pencemaran sungai Cileungsi. “Ganti Dirjen Gakkum karena menangani pencemaran sungai Cileungsi saja nggak benar,” kata Anggi selaku aktifis Pemerhati Kebijakan dan Layanan Publik (PKLP) di Jembatan Cileungsi, Rabu (3/10/2018) menanggapi tercemarnya sungai Cileungsi tersebut.

Aktifis PKLP ini menjelaskan, beberapa waktu yang lalu team dari Dirjen Gakkum KLHK sudah bolak balik mendatangi sungai Cileungsi untuk menyelidiki pencemaran itu bahkan team dari PKLP ikut membantu. Namun hingga saat ini, pihak PKLP sama sekali tidak mengetahui apa hasil penyelidikan yang dilakukan KLHK.

“Umumkan dong pabrik mana yang membuang limbah itu, berikan sangsi kepada pengusaha yang nakal itu bila perlu pidanakan biar ada efek jera,” cetusnya.

Informasi yang dikumpulkan dari sumber yang dipercaya, selama dalam penyelidikan bahwa team Dirjen Gakkum KLHK sudah menemukan dua perusahaan yang diduga sebagai penyebab tercemarnya sungai Cileungsi.

Kedua perusahaan tersebut berada dipinggiran sungai Cileungsi dan diduga bermasalah dan seharusnya tidak boleh beroperasi sebelum ada perbaikan yaitu berinisial PT. AK di Kecamatan Cileungsi yang tidak memiliki pengelolaan air limbah, sementara PT. K di Kecamatan Gunung Putri sedang melakukan perbaikan pengelolaan air limbah. (Yudhi)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts