Susy Rizki Wiyantini Rangkul Kaum Mileneal Fahami Politik Terarah

 Berita Terkini
banner 468x60

ZONA BEKASI – Dalam ranah perpolitikan 2019 mendatang para calon anggota legislatif harus berkeja keras untuk merangkul ataupun mengajak kaum milenial agar bisa ikut adil dalam pencoblosan nanti, supaya tingkat golput di Kota Bekasi semakin berkurang.

“Salah satu strategi dalam mengurangi angka golput ialah mengajak para kaum milenial untuk bisa terlibat langsung di kanca politik pemilihan legislatif 2019 mendatang dan jangan jadikan mereka hanya objek saja, melainkan menjadi pelaku politik, agar nantinya bisa ikut menyumbangkan suara di TPS masing masing wilayah,” kata Susy Rizki Wiyantini Caleg DPR-RI Jabar VI dapil Bekasi- Depok nomer urut I dari Partai PSI, Minggu (30/09/2018).

Menurut Susy Rizki Wiyantini, kaum milenial ini terbagi beberapa golongan, sebagian yang anti politik dan ada juga menyukai politik, tergantung bagaimana para caleg ini bisa memupuk kembali rasa kepercayaan kepada Wakil Rakyat ataupun pemimpinnya.

“Kaum milenial yang tadinya tidak suka dengan politik, tiba-tiba bisa tertarik. Nah, itu tergantung bagaimana kita para calon mengajak ataupun merangkul dalam kanca Politik 2019,” serunya

Semua itu, kata Susy Rizki Wiyantini bisa diberikan pemahaman politik secara lebih mendalam, sehingga mereka pun benar benar mengerti, karena bagaimanapun mereka hidup tidak bisa terlepas dari politik. “Kita harus lebih aktif terhadap kaum milenial yang anti politik untuk memupuk rasa kepercayaannya dan membuka mata hatinya,”ujarnya

Menurut Susy Rizki Wiyantini, kaum milenial yang anti pati terhadap para calon anggota legislatif yang berasal dari partai politik, mungkin pada dahulunya anak milenial di berikan janji-janji manis yang di lontarkan oleh oknum caleg tersebut dan tidak ada pembuktian sehingga kekecewaan itu muncul di dalam dirinya.

“Untuk pendekatan di kaum milenial yang anti politik di perlukan waktu yang cukup lama, dan juga berkeja keras dalam mengubah pola berfikir agar bisa ikut serta kembali dalam perpolitikan 2019,”paparnya

Susy Rizki Wiyantini mengharapkan konteks pemilihan Presiden ataupun pemelihan legislatif semua kaum milenial dapat ikut serta dalam menyumbangkan suaranya demi menentukan kepemimpinan wakil rakyat ataupun presiden untuk 5 tahun yang akan datang.

Suara kaum milenial sangat bermanfaat
Bagi 5 tahun kedepannya, dan kaum milenial merupakan ujung tombak bagi generasi seterusnya untuk memimpin wilayah ataupun negara dan juga jadikan kaum milenial menjadi pelaku politik agar tidak alergi lagi dengan para caleg dari partai manapun. (GUN)

Author: 

www.zonapantau.com

Related Posts